AS dan Taliban Saling Tuduh Soal Pelanggaran Perjanjian

Senin, 19 Oktober 2020 - 00:51 WIB
loading...
AS dan Taliban Saling...
Personel milliter AS di Afghanistan. FOTO/Reuters
A A A
KABUL - Amerika Serikat (AS) dan Taliban saling menuding kubu lawan telah melanggar perjanjian. Pekan lalu, AS melancarkan serangan udara ke basis Taliban di Provinsi selatan Helmand. Taliban pun menuduh Washington telah melanggar perjanjian yang mereka tandatangani dan memperingatkan konsekuensi jika tindakan semacam itu berlanjut.

"Pasukan Amerika telah melanggar perjanjian Doha dalam berbagai bentuk dengan melakukan serangan udara yang berlebihan, menyusul perkembangan baru di provinsi Helmand," kata juru bicara Taliban, Qari Muhammad Yousuf Ahmadi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (18/10).

(Baca: Hentikan Serangan di Provinsi Helmand, Taliban Ajukan Syarat )

Perjanjian AS-Taliban, yang ditandatangani di Doha, menetapkan pasukan asing untuk meninggalkan Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dan janji dari pemberontak untuk duduk bersama pemerintah Kabul guna menemukan penyelesaian damai selama puluhan tahun perang.

"Tanggung jawab dan konsekuensi dari kelanjutan tindakan semacam itu akan sepenuhnya berada di pundak pihak Amerika," kata Ahmadi, seraya menambahkan bahwa serangan udara dan pesawat tak berawak juga telah dilakukan di provinsi lain.

Sebelum AS melancarkan serangan udara tersebut, Taliban telah lebih dulu melancarkan serangan besar-besaran di provinsi selatan Helmand dalam upaya merebut ibu kota provinsi tersebut. Serangan Taliban inilah yang memicu serangan udara AS, yang dilancarkan untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan.

Kolonel Sonny Leggett, juru bicara pasukan AS, membantah bahwa serangan itu melanggar perjanjian. "Seluruh dunia telah menyaksikan operasi ofensif Taliban di Helmand - serangan yang melukai dan mengungsikan ribuan warga sipil Afghanistan yang tidak bersalah," ujar Leggett.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Kylian Mbappe Balas...
Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!
Rekomendasi
Usut Korupsi Batu Bara...
Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD 2026, Salam Sapa hingga Operasi Semut
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Berita Terkini
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved