Prancis Tahan Sembilan Orang Diduga Terkait Pemenggalan Guru
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Para pemimpin Muslim mengutuk pembunuhan tersebut. Banyak tokoh publik menganggap aksi itu sebagai serangan terhadap inti kenegaraan Prancis dan nilai-nilai sekularisme, kebebasan beribadah dan kebebasan berekspresi. (Lihat Infografis: Lepas Pantai Indonesia Akan Dijaga Oleh Senjata Canggih Turki)
Tareq Oubrou, imam masjid Bordeaux, menolak anggapan bahwa pembunuhan itu menandai benturan peradaban. "Ini bukanlah peradaban yang membunuh orang yang tidak bersalah, ini adalah kebiadaban," kata Oubrou kepada France Inter. (Lihat Video: Sebuah Mobil Terperosok Kedalam Saluran Air di Bandung)
Dia menambahkan bahwa serangan mematikan oleh militan atau simpatisannya merugikan komunitas Muslim Prancis.
“Setiap hari yang berlalu tanpa kejadian kami bersyukur,” ujarnya. “Kami berada di antara palu dan landasan. Itu menyerang Republik, masyarakat, perdamaian dan inti dari agama, yaitu tentang kebersamaan. "
Tareq Oubrou, imam masjid Bordeaux, menolak anggapan bahwa pembunuhan itu menandai benturan peradaban. "Ini bukanlah peradaban yang membunuh orang yang tidak bersalah, ini adalah kebiadaban," kata Oubrou kepada France Inter. (Lihat Video: Sebuah Mobil Terperosok Kedalam Saluran Air di Bandung)
Dia menambahkan bahwa serangan mematikan oleh militan atau simpatisannya merugikan komunitas Muslim Prancis.
“Setiap hari yang berlalu tanpa kejadian kami bersyukur,” ujarnya. “Kami berada di antara palu dan landasan. Itu menyerang Republik, masyarakat, perdamaian dan inti dari agama, yaitu tentang kebersamaan. "
(sya)
Lihat Juga :