Diserang Armenia, 12 Warga Sipil Tewas dan 40 Orang Terluka di Ganja

loading...
Diserang Armenia, 12 Warga Sipil Tewas dan 40 Orang Terluka di Ganja
Wilayah sipil di Ganja, Azerbaijan, terkena serangan artileri Armenia. Foto/REUTERS
A+ A-
GANJA - Azerbaijan menyatakan 12 warga sipil tewas dan lebih dari 40 orang terluka di kota Ganja akibat tembakan artileri Armenia.

“Dua artileri mengenai gedung apartemen di kota Ganja,” papar pernyataan kantor Kejaksaan Umum Azerbaijan, dilansir Reuters.

Ganja merupakan kota terbesar kedua di Azerbaijan. Belum ada pernyataan resmi dari Armenia terkait serangan di wilayah sipil tersebut.





Para pemimpin agama di Azerbaijan mengutuk serangan Armenia terhadap pemukiman sipil negara yang dilakukan baru-baru ini. (Baca Juga: Para Pemimpin Agama Azerbaijan Kutuk Serangan Armenia)

Mufti Besar Muslim Kaukasus Allahsukur Pashazadeh, Uskup Gereja Ortodoks Rusia Alexandr, pemimpin Komunitas Yahudi Pegunungan Milikh Yevdayev, Presiden Komunitas Yahudi Eropa Baku Aleksandr Sharovsky dan pemimpin Christian Alban Udi, Robert Mobili, berkumpul bersama untuk mengutuk serangan Armenia. (Lihat Infografis: Lepas Pantai Indonesia Akan Dijaga Oleh Senjata Canggih Turki)

“Kami, para pemimpin agama di Azerbaijan, menyatakan bahwa kami bersama dengan rakyat, negara dan presiden kami di jalan yang benar ini. Kami menuntut implementasi resolusi DK PBB (Dewan Keamanan PBB), yang menetapkan keluarnya tentara Armenia tanpa syarat dari wilayah Azerbaijan yang diduduki," bunyi pernyataan bersama para pemimpin itu seperti dilansir dari Anadolu. (Lihat Video: Sebuah Mobil Terperosok Kedalam Saluran Air di Bandung)



Dalam pertemuan tersebut, Pashazadeh mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, mereka mendambakan pembebasan wilayah pendudukan Nagorno Karabakh, yang juga dikenal sebagai Karabakh Atas.

Dia juga berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Ali Erbas, kepala Direktorat Urusan Agama Turki.

Sementara itu, Uskup Ortodoks Rusia Alexandr mengatakan konflik Azerbaijan-Armenia tidak memiliki karakteristik agama.

Dia juga menambahkan bahwa gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober di Moskow memberi harapan tetapi dilanggar oleh Armenia dengan serangannya terhadap warga sipil di provinsi Ganja Azerbaijan.
(sya)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top