Para Pemimpin Agama Azerbaijan Kutuk Serangan Armenia

loading...
Para Pemimpin Agama Azerbaijan Kutuk Serangan Armenia
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A+ A-
BAKU - Para pemimpin agama di Azerbaijan mengutuk serangan Armenia terhadap pemukiman sipil negara yang dilakukan baru-baru ini serta kebijakan pendudukan Yerevan. Mereka juga menyuarakan dukungan untuk operasi tentara Azerbaijan di wilayah tersebut.

Mufti Besar Muslim Kaukasus Allahsukur Pashazadeh, Uskup Gereja Ortodoks Rusia Alexandr, pemimpin Komunitas Yahudi Pegunungan Milikh Yevdayev, Presiden Komunitas Yahudi Eropa Baku Aleksandr Sharovsky dan pemimpin Christian Alban Udi, Robert Mobili, berkumpul bersama untuk mengutuk serangan Armenia.

“Kami, para pemimpin agama di Azerbaijan, menyatakan bahwa kami bersama dengan rakyat, negara dan presiden kami di jalan yang benar ini. Kami menuntut implementasi resolusi DK PBB (Dewan Keamanan PBB), yang menetapkan keluarnya tentara Armenia tanpa syarat dari wilayah Azerbaijan yang diduduki," bunyi pernyataan bersama para pemimpin itu seperti dilansir dari Anadolu, Sabtu (17/10/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Pashazadeh mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, mereka mendambakan pembebasan wilayah pendudukan Nagorno Karabakh, yang juga dikenal sebagai Karabakh Atas.(Lihat video: Bus Terbakar di Tol Cipali, Sopir dan Penumpang Selamat)



Pashazadeh mengatakan Armenia menekankan identitas nasionalnya ketika kuat, tetapi kembali menggarisbawahi agama Kristennya ketika lemah, meminta bantuan dari seagama mereka.

Dia juga berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Ali Erbas, kepala Direktorat Urusan Agama Turki.

Sementara itu, Uskup Ortodoks Rusia Alexandr mengatakan konflik Azerbaijan-Armenia tidak memiliki karakteristik agama. Ia juga menambahkan bahwa gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober di Moskow memberi harapan tetapi dilanggar oleh Armenia dengan serangannya terhadap warga sipil di provinsi Ganja Azerbaijan.



Alexandr menekankan bahwa anggota dari semua agama di Azerbaijan dapat dengan bebas memenuhi kewajiban agama mereka, dengan mencatat bahwa Gereja Armenia di ibu kota Baku telah dipertahankan.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top