Macron Sebut Pemenggalan Kepala Guru Serangan Teroris
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 05:51 WIB
loading...
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam aksi pemenggalan kepala guru sejarah di sebuah sekolah dekat Paris. Foto/The Ledger
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam aksi pemenggalan kepala guru sejarah di sebuah sekolah dekat Paris. Ia menyebut aksi keji itu sebagai serangan teroris Islam dan mendesak bangsa Prancis untuk bersatu melawan ekstremisme.
Macron mengunjungi sekolah tempat guru itu bekerja di kota Conflans-Saint-Honorine dan bertemu dengan staf setelah pembunuhan tersebut.
"Salah satu rekan kami dibunuh hari ini karena dia mengajarkan kebebasan berekspresi, kebebasan untuk percaya atau tidak," kata Macron seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (17/10/2020).
Ia mengatakan serangan itu tidak boleh memecah belah Prancis karena itulah yang diinginkan oleh para ekstremis.
“Kita harus berdiri bersama sebagai warga negara,” imbaunya.
Macron mengunjungi sekolah tempat guru itu bekerja di kota Conflans-Saint-Honorine dan bertemu dengan staf setelah pembunuhan tersebut.
"Salah satu rekan kami dibunuh hari ini karena dia mengajarkan kebebasan berekspresi, kebebasan untuk percaya atau tidak," kata Macron seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (17/10/2020).
Ia mengatakan serangan itu tidak boleh memecah belah Prancis karena itulah yang diinginkan oleh para ekstremis.
“Kita harus berdiri bersama sebagai warga negara,” imbaunya.
Lihat Juga :