Macron Sebut Pemenggalan Kepala Guru Serangan Teroris

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 05:51 WIB
loading...
A A A
Jaksa anti-terorisme Prancis membuka penyelidikan tentang pembunuhan dengan motif terduga teroris, kata kantor kejaksaan.

Serangan itu terjadi ketika Macron mendorong undang-undang baru yang menentang apa yang disebutnya "separatisme" domestik, terutama oleh kelompok radikal Islam yang dituduh mengindoktrinasi orang-orang yang rentan melalui sekolah rumah, dakwah ekstremis, dan kegiatan lainnya.(Baca juga: Sebut Islam dalam Krisis, Macron Tuai Kecaman )

Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa Barat dengan hingga 5 juta anggota, dan Islam adalah agama No. 2 di negara itu.

Itu adalah insiden terkait terorisme kedua sejak pembukaan persidangan yang sedang berlangsung terkait serangan terhadap kantor majalah satir Charlie Hebdo pada Januari 2015 lalu setelah penerbitan karikatur nabi Muhammad.

Saat persidangan dibuka, koran tersebut menerbitkan kembali karikatur nabi untuk menggarisbawahi hak kebebasan berekspresi. Tepat tiga minggu lalu, seorang pemuda dari Pakistan ditangkap setelah menusuk, di luar bekas kantor surat kabar, dua orang yang menderita luka yang tidak mengancam jiwa. Kepada polisi pria berusia 18 tahun itu mengaku kesal dengan penerbitan karikatur tersebut.(Baca juga: Tersangka Penikaman di Paris Mengaku Ingin Serang Charlie Hebdo )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gara-gara Chat Genit...
Gara-gara Chat Genit dengan Aktris Iran, Presiden Macron Ditampar Istri
Pezeshkian pada Macron:...
Pezeshkian pada Macron: Eropa Bisa Dorong AS Patuhi Hukum Internasional
Macron Desak Negara-negara...
Macron Desak Negara-negara Seluruh Dunia Tak Menjadi Bawahan AS Maupun China
Macron Tegaskan Perang...
Macron Tegaskan Perang Tak Bisa Selesaikan Masalah Nuklir Iran
Usung Diplomasi Megafon,...
Usung Diplomasi Megafon, Trump Unggah Pesan Pribadi 3 Pemimpin Eropa
Tampil Beda, Presiden...
Tampil Beda, Presiden Macron Memakai Kacamata Hitam saat Pidato di Davos
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Negaranya Dihujani Rudal...
Negaranya Dihujani Rudal dan Drone, Kuwait Usir 2 Diplomat Iran
Rekomendasi
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved