Mantan Presiden Prancis Sarkozy Didakwa Terima Dana dari Libya

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 07:35 WIB
loading...
A A A
Pada 2011, pasukan yang didukung NATO menggulingkan Gaddafi dari kekuasaannya. Putra Gaddafi, Saif al-Islam mengatakan pada jaringan Euronews bahwa, “Sarkozy harus mengembalikan uang yang dia ambil dari Libya untuk mendanai kampanye pemilunya.”

Sarkozy menyangkal tuduhan itu sebagai ocehan para pendukung Gaddafi yang marah karena intervensi militer yang dipimpin Prancis di Libya turut membantu menggulingkan 41 tahun pemerintahan Gaddafi dan membawa pada kematiannya.

Sarkozy pensiun dari politik setelah gagal terpilih lagi pada pemilu presiden 2017. Dia menuduh pengadilan Paris mengganggunya. (Baca Juga: Prancis Umumkan Keadaan Darurat untuk Kembali Tekan Penyebaran Covid-19)

Dia juga didakwa dengan dua kasus lainnya terkait faktur palsu untuk menutupi anggaran belanja berlebihan pada kampanye pemilu 2012, dan tuduhan menggunakan pengaruh terkait seorang hakim tinggi. (Lihat Infografis: Lepas Pantai Indonesia Akan Dijaga Oleh Senjata Canggih Turki)

Sarkozy bukan mantan presiden Prancis pertama yang diadili. Mendiang Jacques Chirac juga divonis dua tahun hukuman penjara yang ditangguhkan pada 2011 karena pengelapan dan penyalahgunaan dana publik saat jadi walikota Paris. (Lihat Video: Mantan Wapres Hamzah Haz Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved