India Selidiki Sepak Terjang Badan Amal dan LSM Turki di Kashmir
Selasa, 22 September 2020 - 15:07 WIB
loading...
Seorang gadis Kashmir mengayuh sepeda dengan beberapa tentara India siaga dengan senjatanya di Sinagar, 30 Oktober 2019. Foto/REUTERS/Danish Ismail
A
A
A
NEW DELHI - Badan intelijen India melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah badan amal dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terkait dengan Turki , yang tiba-tiba aktif di wilayah Jammu dan Kashmir selama setahun terakhir.
Lembaga-lembaga itu muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato keras di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun lalu. Pidato Erdogan kala itu merujuk pada pernyataan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan terkait situasi Kashmir.
Seorang perencana keamanan nasional mengatakan penyelidikan intelijen juga mencakup peran individu yang terhubung ke organisasi nirlaba yang memiliki hubungan dekat dengan Turki dan menyiapkan laporan komprehensif tentang aktivitas mereka.
”Penyelidikan yang lebih intensif dapat dilakukan nanti terhadap kelompok dan individu yang diidentifikasi yang diyakini telah melewati garis merah," kata sumber di India yang mengetahui penyelidikan tersebut seperti dilansir Hindustan Times, Selasa(22/9/2020). (Baca: Erdogan Nyatakan Turki Siap Tengahi Konflik India-Pakistan )
Penyelidikan tingkat kedua dapat mencakup pemeriksaan cermat terhadap dana asing yang diterima dan penggunaannya. Langkah penyelidikan tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan komunitas intelijen India selama beberapa bulan terakhir yang menandai upaya untuk meradikalisasi Muslim India di Kashmir dan di tempat lain di negara itu.
Lembaga-lembaga itu muncul setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato keras di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun lalu. Pidato Erdogan kala itu merujuk pada pernyataan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan terkait situasi Kashmir.
Seorang perencana keamanan nasional mengatakan penyelidikan intelijen juga mencakup peran individu yang terhubung ke organisasi nirlaba yang memiliki hubungan dekat dengan Turki dan menyiapkan laporan komprehensif tentang aktivitas mereka.
”Penyelidikan yang lebih intensif dapat dilakukan nanti terhadap kelompok dan individu yang diidentifikasi yang diyakini telah melewati garis merah," kata sumber di India yang mengetahui penyelidikan tersebut seperti dilansir Hindustan Times, Selasa(22/9/2020). (Baca: Erdogan Nyatakan Turki Siap Tengahi Konflik India-Pakistan )
Penyelidikan tingkat kedua dapat mencakup pemeriksaan cermat terhadap dana asing yang diterima dan penggunaannya. Langkah penyelidikan tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan komunitas intelijen India selama beberapa bulan terakhir yang menandai upaya untuk meradikalisasi Muslim India di Kashmir dan di tempat lain di negara itu.
Lihat Juga :