Muncul 6 Kasus Baru Covid-19, China akan Tes 9 Juta Warga Qingdao

Senin, 12 Oktober 2020 - 19:03 WIB
loading...
Muncul 6 Kasus Baru...
Kementerian Kesehatan China dilaporkan akan melakukan tes Covid-19 kepada seluruh warga Qingdao dalam lima hari ke depan, setelah adanya enam kasus baru di wilayah itu. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Kementerian Kesehatan China dilaporkan akan melakukan tes Covid-19 kepada seluruh warga Qingdao dalam lima hari ke depan. Keputusan ini datang setelah adanya enam kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

China, tempat virus tersebut pertama kali muncul sebagian besar telah mengendalikan wabahnya, sangat kontras dengan banyak bagian dunia yang masih direpotkan oleh penguncian dan jumlah kasus yang tinggi.

Pada akhir pekan lalu, enam kasus dikonfirmasi di Qingdao, sebuah kota di Timur Laut China, berpenduduk 9,4 juta orang. Komisi Kesehatan Qingdao mengatakan enam kasus itu dideteksi di sebuah rumah sakit di kota tersebut.

"Lima distrik akan diuji dalam tiga hari ke depan dan seluruh kota dalam lima hari," kata Komisi Kesehatan Qingdao dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (12/10/2020). ( Baca juga: Cek Kehalalan Vaksin Covid-19, Bio Farma Lusa ke China )

China sendiri memang diketahui memiliki kemampuan tes yang ekstensif dan cepat, dan komisi kesehatan mengatakan lebih dari 140 ribu pekerja medis, pasien dan personel rumah sakit di Qingdao telah diuji sejak keenam kasus tersebut dikonfirmasi.Sejak awal Oktober, China mulai bangkit. Ratusan juta orang China diperkirakan akan memenuhi jalan tol, kereta, dan pesawat untuk libur hari nasional. Itu menjadi momen kebangkitan pariwisata di negara terpadat di dunia.

Libur selama delapan hari menjadi hari libur pertama sejak China dinyatakan sukses menangani pandemi corona. Kehidupan yang telah berlangsung normal dalam beberapa bulan terakhir menjadi alasan musim libur akan dipadati banyak warga.

“Liburan Emas” tersebut akan menjadi ujian bagi China apakah sukses menangani pandemi secara totalitas dan menuju kebangkitan untuk pemulihan ekonomi. ( Baca juga: Dituding Pence Biang Kerok Pandemi, China Sensor Debat Cawapres AS )

Tahun lalu, 782 wisatawan domestik berlibur selama musim liburan. Itu mampu menghasilkan 650 miliar yuan. Kementerian Pariwisata dan Budaya China tahun ini memprediksi 550 juta wisatawan domestik akan berlibur tahun ini. Namun, Ctrip, biro wisata online terbesar di China, memperkriakan 600 juta orang akan berlibur.

Skala liburan massal dalam jangka waktu yang pendek tentunya tidak terpikirkan dan tidak mungkin dilaksanakan di berbagai negara di belahan lain. Kenapa? Banyak negara masih berkutat menghadapi pandemi corona di mana jumlah telah mencapai 7 juta kasus. Eropa pun kini menghadapi gelombang kedua infeksi virus corona, sedangkan sebagian besar negara masih berkutat dengan gelombang pertama virus corona.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Pandemi Covid-19 Usai,...
Pandemi Covid-19 Usai, Kini Muncul Virus Nipah yang Mematikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved