Hadiah Nobel Perdamaian Jatuh ke Pelukan Program Pangan Dunia

loading...
Hadiah Nobel Perdamaian Jatuh ke Pelukan Program Pangan Dunia
Program Pangan Dunia (WFP) raih Hadian Nobel Perdamaian 2020. Foto/Ilustrasi/Sindonews
OSLO - Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini jatuh ke pelukan Program Pangan Dunia (WFP) atas upayanya untuk memerangi kelaparan dan kontribusinya dalam memperbaiki kondisi perdamaian di daerah yang terkena konflik.

Penghargaan prestise itu menjadi pengakuan atas tindakan WFP sebagai motor penggerak dalam upaya mencegah penggunaan kelaparan sebagai senjata perang dan konflik.

Badan PBB yang berbasis di Roma mengatakan bahwa lembaga itu telah membantu puluhan juta orang di sekitar 88 negara setiap tahun, dan satu dari sembilan orang di seluruh dunia masih kekurangan makanan.

Kepala WFP, David Beasley, mengatakan dia tidak bisa berkata-kata atas penghargaan tersebut.

"Saya pikir ini pertama kalinya dalam hidup saya tanpa kata-kata," ujarnya.



"Saya sangat terkejut dan terkejut," imbuhnya seperti dilansir dari Sky News, Jumat (9/10/2020).

Agensi itu men-tweet bahwa mereka sangat tersanjung oleh penghargaan tersebut. Mereka mengatakan penghargaan itu adalah pengakuan atas pekerjaan staf WFP yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk membawa makanan dan bantuan kepada lebih dari 100 juta anak-anak yang kelaparan, para wanita dan pria di seluruh dunia.

Komite Nobel Norwegia mengumumkan pemenang penghargaan yang didambakan dalam sebuah upacara pada hari Jumat di Oslo, Norwegia.

Ada 318 kandidat - 211 individu dan 107 organisasi - dinominasikan untuk penghargaan tersebut.

Para nomitor termasuk remaja juru kampanye perubahan iklim Greta Thunberg, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan aktivis Arab Saudi Loujain al Hathloul.



Ketua Komite Nobel, Berit Reiss-Andersen mengatakan, ingin mengalihkan pandangan dunia ke jutaan orang yang menderita atau menghadapi ancaman kelaparan tahun ini.

"Program Pangan Dunia memainkan peran kunci dalam kerja sama multilateral dalam menjadikan ketahanan pangan sebagai instrumen perdamaian," katanya.

"Program itu setiap hari berkontribusi untuk memajukan persaudaraan negara-negara yang disebutkan dalam surat wasiat Alfred Nobel," ia menambahkan.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top