Trump Diberi Steroid Dexamethasone setelah Kadar Oksigen dalam Darah Turun
Senin, 05 Oktober 2020 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
"Dia menerima dosis pertamanya kemarin dan rencana kami adalah melanjutkannya untuk saat ini," kata Garibaldi, yang menambahkan Trump telah bangun dan berkeliling serta merasa sehat. (Baca: Trump Tinggalkan RS Sebentar, Sapa Massa Pendukungnya yang Bersorak )
“Rencana kami hari ini adalah membuat dia makan dan minum, bangun dari tempat tidur sebanyak mungkin, untuk bergerak,” kata Garibaldi, seperti dikutip news.com.au.
“Dan, jika dia terus terlihat dan merasa sebaik yang dia lakukan hari ini, harapan kami adalah kami dapat merencanakan pemulangan paling cepat besok (Senin) ke Gedung Putih di mana dia dapat melanjutkan pengobatannya.”
Terlepas dari prognosis positif tim Gedung Putih, para ahli medis telah mengajukan pertanyaan tentang kondisi presiden.
Dr Eric Feigl Ding, seorang ahli epidemiologi dan fellow senior di Federasi Ilmuwan Amerika mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Trump diberikan dexamethasone adalah tanda yang sangat mengkhawatirkan.
“WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengatakan itu hanya digunakan untuk pasien kritis dan parah. Ini justru menganjurkan (pemakaian pada) orang yang tidak serius," ujarnya. (Baca juga: Dibawa ke RS, Trump Diberi Obat REGN-COV2 untuk Lawan Covid-19 )
“Rencana kami hari ini adalah membuat dia makan dan minum, bangun dari tempat tidur sebanyak mungkin, untuk bergerak,” kata Garibaldi, seperti dikutip news.com.au.
“Dan, jika dia terus terlihat dan merasa sebaik yang dia lakukan hari ini, harapan kami adalah kami dapat merencanakan pemulangan paling cepat besok (Senin) ke Gedung Putih di mana dia dapat melanjutkan pengobatannya.”
Terlepas dari prognosis positif tim Gedung Putih, para ahli medis telah mengajukan pertanyaan tentang kondisi presiden.
Dr Eric Feigl Ding, seorang ahli epidemiologi dan fellow senior di Federasi Ilmuwan Amerika mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Trump diberikan dexamethasone adalah tanda yang sangat mengkhawatirkan.
“WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengatakan itu hanya digunakan untuk pasien kritis dan parah. Ini justru menganjurkan (pemakaian pada) orang yang tidak serius," ujarnya. (Baca juga: Dibawa ke RS, Trump Diberi Obat REGN-COV2 untuk Lawan Covid-19 )
Lihat Juga :