Kamboja Hancurkan Fasilitas Militer Buatan AS, Bantah Akan Digunakan China
Senin, 05 Oktober 2020 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) lembaga think tank AS telah menerbitkan citra satelit Jumat lalu, yang menunjukkan fasilitas buatan AS di pangkalan Angkatan Laut terbesar negara itu.
Disebutkan bahwa gedung itu, salah satu dari beberapa fasilitas yang didanai oleh AS di pangkalan tersebut, dihancurkan pada 5 hingga 10 September.
"Pembongkaran baru-baru ini tampaknya mengonfirmasi bahwa perubahan sedang berlangsung di pangkalan Angkatan Laut dan sekali lagi menimbulkan pertanyaan tentang akses China yang dikabarkan," kata CSIS.
Menteri Pertahanan Kamboja Jenderal Tea Banh menggambarkan klaim AS sebagai perilaku "pembuat masalah".
"Penghancuran gedung-gedung yang dibantu AS terjadi di wilayah kedaulatan Kamboja. Kami punya hak untuk menata kembali. Tidak aneh sama sekali. (Pangkalan) itu perlu dikembangkan agar lebih komprehensif, termasuk pelabuhan dan dermaga. Sekarang air terlalu dangkal untuk melayani," katanya. (Baca juga: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )
Jenderal Banh mengatakan bahwa proyek baru itu akan menelan biaya ratusan kali lebih banyak daripada yang didanai AS untuk gedung itu.
Dia mengatakan bangunan yang dihancurkan itu adalah Markas Komando Taktis Komite Nasional Keamanan Maritim dan sedang dipindahkan ke Koh Preap, 29 km jauhnya.
Disebutkan bahwa gedung itu, salah satu dari beberapa fasilitas yang didanai oleh AS di pangkalan tersebut, dihancurkan pada 5 hingga 10 September.
"Pembongkaran baru-baru ini tampaknya mengonfirmasi bahwa perubahan sedang berlangsung di pangkalan Angkatan Laut dan sekali lagi menimbulkan pertanyaan tentang akses China yang dikabarkan," kata CSIS.
Menteri Pertahanan Kamboja Jenderal Tea Banh menggambarkan klaim AS sebagai perilaku "pembuat masalah".
"Penghancuran gedung-gedung yang dibantu AS terjadi di wilayah kedaulatan Kamboja. Kami punya hak untuk menata kembali. Tidak aneh sama sekali. (Pangkalan) itu perlu dikembangkan agar lebih komprehensif, termasuk pelabuhan dan dermaga. Sekarang air terlalu dangkal untuk melayani," katanya. (Baca juga: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )
Jenderal Banh mengatakan bahwa proyek baru itu akan menelan biaya ratusan kali lebih banyak daripada yang didanai AS untuk gedung itu.
Dia mengatakan bangunan yang dihancurkan itu adalah Markas Komando Taktis Komite Nasional Keamanan Maritim dan sedang dipindahkan ke Koh Preap, 29 km jauhnya.
Lihat Juga :