30 Tahun Jadi Predator Seks, Eks Presenter BBC Dibui 10 Tahun

Sabtu, 03 Oktober 2020 - 05:39 WIB
loading...
A A A
Menurut Hakim, Thomas telah menyalahgunakan posisinya sebagai pemimpin gereja yang dihormati.

Hakim mengatakan laporan menunjukkan Thomas berjuang untuk mendamaikan iman dan hasrat seksualitasnya, tapi itu bukan alasan untuk kejahatannya.

"Seiring berjalannya waktu, Anda membuat video rahasia tentang anak laki-laki dan pria," kata hakim.

Dipersidangan diketahui jika Thomas pernah menyembunyikan ponselnya di tas cuci di pusat luar ruangan untuk merekam anak laki-laki pergi ke toilet atau mandi.

Hakim mengungkapkan pelecehan Thomas akhirnya berakhir setelah salah satu korban mengumpulkan keberanian untuk maju, dan melaporkannya ke polisi.(Baca juga: Gadis India Meninggal di Rumah Sakit setelah Diperkosa Beramai-ramai )

Selama pemeriksaan awal oleh polisi, Thomas menjawab "tidak ada komentar", tetapi diminta untuk diwawancara ulang lagi tiga minggu kemudian dan mengaku melakukan pelanggaran terhadap 33 korban berusia antara 11 dan 34 tahun.

Dalam sidang terungkap bahwa banyak dari korbannya tidak menyadari bahwa mereka telah dilecehkan sampai mereka dilacak oleh polisi setelah pengakuan Thomas, dan tidak semua orang yang dia akui dilecehkan telah ditemukan, pengadilan mendengar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Anggota DPR AS Ini Sebut...
Anggota DPR AS Ini Sebut Trump Pedofil, Serukan Dieksekusi Mati
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
Bertemu Dubes dan Diaspora...
Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia, Menko AHY Ajak Kolaborasi untuk Pembangunan Nasional
Korut Lipat Gandakan...
Korut Lipat Gandakan Produksi Senjata Nuklir, Kim Jong Un: Ancaman Keamanan Memburuk!
Rekomendasi
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved