Angka Kematian Akibat COVID-19 di Inggris Tembus 32 Ribu

Selasa, 05 Mei 2020 - 19:58 WIB
loading...
Angka Kematian Akibat...
Angka kematian akibat virus COVID-19 di Inggris terburuk kedua setelah Italia. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Inggris menyusul Italia sebagai negara terparah yang terdampak pandemi virus Corona baru, COVID-19. Negara itu secara resmi melaporkan lebih dari 32 ribu korban meninggal akibat virus mematikan tersebut.

Angka kematian yang tinggi ini dapat meningkatkan tekanan politik pada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang menunggu lebih lama dari para pemimpin Eropa lainnya untuk memerintahkan penguncian untuk mengekang penyebaran virus pada bulan Maret.

Angka mingguan dari kantor statistik nasional Inggris menambahkan lebih dari 7.000 kematian di Inggris dan Wales, meningkatkan total untuk Inggris menjadi 32.313 seperti dikutip dari France24, Selasa (5/5/2020).

Angka tersebut adalah salah satu dari beberapa metode untuk menghitung kematian dan sulit untuk dibandingkan dengan negara-negara lain, tetapi angka tersebut memberikan tanda yang paling jelas bahwa Inggris dapat muncul sebagai negara yang paling parah di Eropa, meski lebih lambat terkena wabah ketimbang negara lain.

Partai-partai oposisi Inggris telah mengajukan pertanyaan tentang keputusan awal Johnson untuk menunda penguncian di saat rumah sakit di Italia sudah dibanjiri pasien.

Mereka juga mengatakan pemerintah Inggris terlalu lambat untuk melakukan pengujian massal dan menyediakan peralatan pelindung yang cukup untuk rumah sakit.

Angka sebenarnya untuk kematian akibat virus Corona mungkin bahkan lebih tinggi. Kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan 33.593 lebih banyak orang meninggal daripada rata-rata hingga 24 April di Inggris dan Wales, dibandingkan dengan 27.365 kasus di mana virus Corona disebutkan dalam sertifikat kematian.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut...
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut Jatah Kuota Tiket untuk Suporter Iran di Piala Dunia
Rekomendasi
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Berita Terkini
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Infografis
100 Orang Dirawat di...
100 Orang Dirawat di RSCM Akibat Kecanduan Judi Online
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved