Kematian Gadis India yang Diperkosa Beramai-ramai Berbuntut Kerusuhan
Kamis, 01 Oktober 2020 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Saudara laki-laki korban mengatakan baik polisi maupun pejabat pemerintah tidak meminta izin keluarga untuk melakukan upacara kremasi terhadap jasad korban.
Namun, Praveen Kumar Laxar; seorang hakim distrik setempat, membantah bahwa kremasi dilakukan tanpa izin keluarga. (Baca: Nenek 86 Tahun Diperkosa Pemuda India: 'Saya seperti Nenekmu...' )
Korban dan saudara laki-lakinya tidak diidentifikasi karena undang-undang India melarang menyebutkan nama korban kekerasan seksuala dan kerabatnya.
Polisi dan pejabat pemerintah di distrik asal gadis itu tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan media.
Keluarga korban mengatakan kepada media lokal bahwa mereka menemukan korban dalam kondisi telanjang, berdarah dan lumpuh, dengan lidah terbelah dan tulang belakang patah di sebuah lahan terbuka di dekat rumah mereka. Dia meninggal dua minggu kemudian di sebuah rumah sakit di New Delhi.
Namun, Praveen Kumar Laxar; seorang hakim distrik setempat, membantah bahwa kremasi dilakukan tanpa izin keluarga. (Baca: Nenek 86 Tahun Diperkosa Pemuda India: 'Saya seperti Nenekmu...' )
Korban dan saudara laki-lakinya tidak diidentifikasi karena undang-undang India melarang menyebutkan nama korban kekerasan seksuala dan kerabatnya.
Polisi dan pejabat pemerintah di distrik asal gadis itu tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan media.
Keluarga korban mengatakan kepada media lokal bahwa mereka menemukan korban dalam kondisi telanjang, berdarah dan lumpuh, dengan lidah terbelah dan tulang belakang patah di sebuah lahan terbuka di dekat rumah mereka. Dia meninggal dua minggu kemudian di sebuah rumah sakit di New Delhi.
Lihat Juga :