Venezuela Tangkap 2 'Rambo' AS yang Hendak Bunuh Maduro
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka memainkan Rambo. Mereka berperan sebagai pahlawan," kata Maduro, seraya menambahkan bahwa pasukan keamanan Venezuela mengetahui rencana itu sebelum dijalankan.
Jordan Goudreau, seorang veteran militer Amerika yang mengepalai sebuah perusahaan keamanan yang berbasis di Florida, Silvercorp USA, mengatakan kepada beberapa kantor berita bahwa kedua pria itu bekerja untuk perusahaannya. "Mereka bekerja dengan saya. Itu teman-teman saya," katanya kepada Reuters, Selasa (5/5/2020).
Sementara itu, Associated Press menyatakan tidak dapat memverifikasi klaim Goudreau. Kedua orang Amerika itu dilaporkan terlibat dalam misi yang dinamai "Gideon Operation", yang bertujuan menggulingkan Maduro atas nama tokoh oposisi Juan Guaido.
Laporan lainnya menyebutkan ada foto dugaan kontrak senilai 212 juta dolar yang disebut sebagai kesepakatan yang ditandatangani Guaido dengan Silvercorp untuk melaksanakan misi pembunuhan Maduro. Namun, Guaido membantah bahwa dia ada hubungannya dengan plot pembunuhan tersebut.
Sebaliknya, Guaido meminta pemerintah Maduro untuk menghormati hak asasi manusia dari orang-orang yang ditangkap tersebut.
Jordan Goudreau, seorang veteran militer Amerika yang mengepalai sebuah perusahaan keamanan yang berbasis di Florida, Silvercorp USA, mengatakan kepada beberapa kantor berita bahwa kedua pria itu bekerja untuk perusahaannya. "Mereka bekerja dengan saya. Itu teman-teman saya," katanya kepada Reuters, Selasa (5/5/2020).
Sementara itu, Associated Press menyatakan tidak dapat memverifikasi klaim Goudreau. Kedua orang Amerika itu dilaporkan terlibat dalam misi yang dinamai "Gideon Operation", yang bertujuan menggulingkan Maduro atas nama tokoh oposisi Juan Guaido.
Laporan lainnya menyebutkan ada foto dugaan kontrak senilai 212 juta dolar yang disebut sebagai kesepakatan yang ditandatangani Guaido dengan Silvercorp untuk melaksanakan misi pembunuhan Maduro. Namun, Guaido membantah bahwa dia ada hubungannya dengan plot pembunuhan tersebut.
Sebaliknya, Guaido meminta pemerintah Maduro untuk menghormati hak asasi manusia dari orang-orang yang ditangkap tersebut.
(min)
Lihat Juga :