Korut Desak Korsel Hentikan Operasi di Garis Perbatasan Laut

loading...
Korut Desak Korsel Hentikan Operasi di Garis Perbatasan Laut
Korut memperingatkan bahwa operasi Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) di daerah itu mengancam dan akan meningkatkan ketegangan. Foto/Ist
A+ A-
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) menyatakan sedang mencari mayat seorang pria Korea Selatan (Korsel) yang ditembak oleh pasukan Pyongyang. Tetapi, Korut memperingatkan bahwa operasi Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) di daerah itu mengancam dan akan meningkatkan ketegangan.

Kantor berita Korut, KCNA mengatakan, pihak berwenang sedang mempertimbangkan cara untuk menyerahkan jenazah tersebut ke Korsel jika ditemukan. (Baca juga: Korsel Gelar Operasi di Laut, Korut Kirim Peringatan)

Laporan tersebut menyebutnya sebagai kasus mengerikan, yang seharusnya tidak terjadi, tetapi memperingatkan bahwa operasi Angkatan Laut Korsel di dekat lokasi kejadian berbahaya, karena sudah melanggar batas maritim kedua negara.

"Kami mendesak pihak selatan untuk segera menghentikan intrusi di garis demarkasi militer di laut barat yang dapat menyebabkan peningkatan ketegangan," kata laporan itu, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (27/9/2020).



Korsel diketahui memobilisasi 39 kapal, termasuk 16 kapal Angkatan Laut dan enam pesawat untuk melakukan pencarian. (Lihat grafis: Tentara Korut Membunuh Pria Korsel Kim Jong-un Minta Maaf)

Terkait dengan penembakan tersebut, pemimpin Korut, Kim Jong Un mengeluarkan permintaan maaf yang langka. Seoul kemudian mendesak Pyongyang untuk menyelidiki lebih lanjut penembakan itu dan menyarankan itu bisa menjadi penyelidikan bersama oleh kedua belah pihak.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top