Lembaga Think Tank Australia: China Hancurkan Ribuan Masjid di Xinjiang
Jum'at, 25 September 2020 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 2017, lanjut laporan ASPI, diperkirakan 30 persen masjid telah dihancurkan, dan 30 persen lainnya rusak, termasuk penghapusan fitur arsitektur seperti menara atau kubah.
Sebagian besar situs tetap sebagai lahan kosong, yang lain diubah menjadi jalan dan tempat parkir mobil atau diubah untuk keperluan pertanian. (Baca: Li Meng Yan Janjikan Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China )
Beberapa diratakan dengan tanah dan dibangun kembali dengan ukuran lebih kecil dari ukuran sebelumnya, termasuk Masjid Agung Kashgar, dibangun pada tahun 1540 dan diberikan perlindungan bersejarah tingkat tertinggi kedua oleh otoritas China.
Daerah yang menerima banyak wisatawan, termasuk Ibu Kota Xinjiang; Urumqi, dan kota Kashgar memiliki sedikit kerusakan yang tercatat. Namun, ASPI mengatakan laporan dari pengunjung ke kota-kota tersebut menunjukkan mayoritas masjid digembok atau telah diubah untuk fungsi yang lain.
ASPI mengatakan pihaknya membandingkan citra satelit baru-baru ini dengan koordinat yang tepat dari lebih dari 900 situs keagamaan yang terdaftar secara resmi yang dicatat sebelum penumpasan tahun 2017, kemudian menggunakan metodologi berbasis sampel untuk membuat "perkiraan yang kuat secara statistik" dengan referensi silang dengan data sensus. (Baca: Ahli Virus China Melarikan Diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona )
Sebagian besar situs tetap sebagai lahan kosong, yang lain diubah menjadi jalan dan tempat parkir mobil atau diubah untuk keperluan pertanian. (Baca: Li Meng Yan Janjikan Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China )
Beberapa diratakan dengan tanah dan dibangun kembali dengan ukuran lebih kecil dari ukuran sebelumnya, termasuk Masjid Agung Kashgar, dibangun pada tahun 1540 dan diberikan perlindungan bersejarah tingkat tertinggi kedua oleh otoritas China.
Daerah yang menerima banyak wisatawan, termasuk Ibu Kota Xinjiang; Urumqi, dan kota Kashgar memiliki sedikit kerusakan yang tercatat. Namun, ASPI mengatakan laporan dari pengunjung ke kota-kota tersebut menunjukkan mayoritas masjid digembok atau telah diubah untuk fungsi yang lain.
ASPI mengatakan pihaknya membandingkan citra satelit baru-baru ini dengan koordinat yang tepat dari lebih dari 900 situs keagamaan yang terdaftar secara resmi yang dicatat sebelum penumpasan tahun 2017, kemudian menggunakan metodologi berbasis sampel untuk membuat "perkiraan yang kuat secara statistik" dengan referensi silang dengan data sensus. (Baca: Ahli Virus China Melarikan Diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona )
Lihat Juga :