Protes Kebijakan, Ribuan Petani India Blokir Jalan dan Jalur Kereta
Jum'at, 25 September 2020 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Singh menyatakan aturan baru itu membuat hampir 85% petani miskin India rawan dimanfaatkan oleh para pembeli privat. “Sektor privat akan memberi kita harga bagus untuk satu atau dua tahun, tapi bagaimana setelah itu?” kata dia.
“Pemerintah harus menjamin sektor privat akan memberi kami harga lebih tinggi dibandingkan harga pemerintah,” ujar dia.
Selain di Punjab, para petani juga menggelar aksi di Haryana, Uttar Pradesh, Odisha dan Bengal Barat. (Baca Juga: Raja Malaysia Dirawat di Rumah Sakit, Pertarungan Kekuasaan Berlarut)
Berbagai lembaga petani juga berunjuk rasa di negara bagian asal Modi di Gujarat, India timur. (Baca Infografis: Macron-Rusia: Beri Kami Jawaban atau Tanggung Akibat)
Unjuk rasa berjalan damai tapi sebagian besar tidak memakai masker meski ada risiko pandemi virus corona yang terus meningkat setiap hari di India. (Lihat Video: Polisi Segel Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat)
“Pemerintah harus menjamin sektor privat akan memberi kami harga lebih tinggi dibandingkan harga pemerintah,” ujar dia.
Selain di Punjab, para petani juga menggelar aksi di Haryana, Uttar Pradesh, Odisha dan Bengal Barat. (Baca Juga: Raja Malaysia Dirawat di Rumah Sakit, Pertarungan Kekuasaan Berlarut)
Berbagai lembaga petani juga berunjuk rasa di negara bagian asal Modi di Gujarat, India timur. (Baca Infografis: Macron-Rusia: Beri Kami Jawaban atau Tanggung Akibat)
Unjuk rasa berjalan damai tapi sebagian besar tidak memakai masker meski ada risiko pandemi virus corona yang terus meningkat setiap hari di India. (Lihat Video: Polisi Segel Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat)
(sya)
Lihat Juga :