AS Ketar Ketir China Rayu Sekutunya dengan Program Senjata Nuklir
Jum'at, 25 September 2020 - 09:12 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto/SCMP
A
A
A
WASHINGTON - Para pejabat dan anggota parlemen Amerika Serikat (AS) khawatir China menggunakan prospek akses ke teknologi terkait dengan program senjata nuklir untuk memikat sekutu Amerika ke orbit geopolitik Beijing. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pun membenarkan kekhawatiran tersebut.
“Saya yakin mereka benar,” kata Pompeo. “Tentu saja, dalam hal sistem rudal, kami telah melihatnya,” imbuhnya seperti dilansir dari Washington Examiner, Jumat (25/9/2020). (Baca juga : Pakar BPPT: Mengacu Katalog Wichman, Potensi Tsunami 20 Meter Tak Lama Lagi )
China dilaporkan telah memberi Arab Saudi bantuan dalam membangun fasilitas yang dapat memproses uranium, yang oleh pengamat kontrol senjata dianggap sebagai tanda bahwa Riyadh dapat bermitra dengan kekuatan komunis untuk mengembangkan program nuklirnya sendiri. Kecurigaan itu dibuat eksplisit selama dengar pendapat Senat yang luas tentang keadaan kebijakan Amerika di Timur Tengah, di mana sensitivitas topik menghalangi diskusi penuh tetapi tidak dapat menyembunyikan kegelisahan AS tentang apakah rencana keamanan Riyadh dapat menguntungkan China.(Baca juga: AS Selidiki Klaim China Bantu Saudi Kembangkan Senjata Nuklir )
Pompeo tidak mengomentari secara eksplisit laporan terkait uranium tersebut, tetapi dia mengakui bahwa China menawarkan kemampuan rudal tidak hanya untuk meraup keuntungan finansial, tetapi juga untuk membangun aliansi baru dengan mengorbankan AS.
"Mereka mengembangkan teknologi ini, dan secara aktif mencari pasar di seluruh dunia," ujar Pompeo.
“Saya yakin mereka benar,” kata Pompeo. “Tentu saja, dalam hal sistem rudal, kami telah melihatnya,” imbuhnya seperti dilansir dari Washington Examiner, Jumat (25/9/2020). (Baca juga : Pakar BPPT: Mengacu Katalog Wichman, Potensi Tsunami 20 Meter Tak Lama Lagi )
China dilaporkan telah memberi Arab Saudi bantuan dalam membangun fasilitas yang dapat memproses uranium, yang oleh pengamat kontrol senjata dianggap sebagai tanda bahwa Riyadh dapat bermitra dengan kekuatan komunis untuk mengembangkan program nuklirnya sendiri. Kecurigaan itu dibuat eksplisit selama dengar pendapat Senat yang luas tentang keadaan kebijakan Amerika di Timur Tengah, di mana sensitivitas topik menghalangi diskusi penuh tetapi tidak dapat menyembunyikan kegelisahan AS tentang apakah rencana keamanan Riyadh dapat menguntungkan China.(Baca juga: AS Selidiki Klaim China Bantu Saudi Kembangkan Senjata Nuklir )
Pompeo tidak mengomentari secara eksplisit laporan terkait uranium tersebut, tetapi dia mengakui bahwa China menawarkan kemampuan rudal tidak hanya untuk meraup keuntungan finansial, tetapi juga untuk membangun aliansi baru dengan mengorbankan AS.
"Mereka mengembangkan teknologi ini, dan secara aktif mencari pasar di seluruh dunia," ujar Pompeo.
Lihat Juga :