Uji Vaksin Covid, Inggris Akan Tulari Relawan dengan Virus Corona
Kamis, 24 September 2020 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut FT, peserta studi tantangan influenza hVivo sebelumnya telah menerima bayaran hingga USD4.764, tetapi penggantian untuk penelitian Covid-19 bisa jauh lebih tinggi karena periode isolasi peserta yang lebih lama - namun, jumlah pastinya masih belum diketahui.
Pada bulan September, fase ketiga dari uji coba vaksin anti-virus Corona yang lebih konvensional yang dijalankan oleh AstraZeneca, sebuah perusahaan farmasi, dan Universitas Oxford dihentikan sementara karena efek samping yang dilaporkan pada salah satu peserta Inggris. (Baca juga: Satu Peserta Sakit, AstraZeneca Hentikan Tes Vaksin Covid-19 Global )
Fase tersebut kemudian dilanjutkan di negara tersebut, tetapi tetap ditahan di Amerika Serikat (AS), ketika sekitar 30.000 peserta telah direkrut untuk uji coba di seluruh dunia, termasuk di Brasil dan Afrika Selatan. (Baca juga: Sempat Dihentikan, AstraZeneca Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 )Kemudian dilaporkan bahwa pasien tersebut bukanlah satu-satunya yang menderita penyakit yang tidak dapat dijelaskan - kemudian diketahui terkait dengan peradangan pada sumsum tulang belakang. Efek samping serupa tampaknya telah dialami, oleh peserta wanita Inggris lainnya selama musim panas, tetapi masalah tersebut pada awalnya tidak dilaporkan oleh AstraZeneca.
Sebelumnya telah ditunjukkan oleh para peneliti Rusia bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh beberapa kolega internasional mereka dan dibuat menggunakan mRNA dan platform berbasis vektor adenoviral monyet bergantung pada teknologi baru yang belum terbukti. Tidak seperti vektor adenovirus manusia yang digunakan dalam vaksin AS Johnson & Johnson, CanSino China, dan Sputnik V Rusia, para ilmuwan mencatat bahwa vaksin berbasis adenovirus monyet AstraZeneca belum dipelajari dalam jangka waktu yang lama.(Baca juga: Rusia: Penangguhan Uji Coba Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Pendekatan yang Salah )
Pada bulan September, fase ketiga dari uji coba vaksin anti-virus Corona yang lebih konvensional yang dijalankan oleh AstraZeneca, sebuah perusahaan farmasi, dan Universitas Oxford dihentikan sementara karena efek samping yang dilaporkan pada salah satu peserta Inggris. (Baca juga: Satu Peserta Sakit, AstraZeneca Hentikan Tes Vaksin Covid-19 Global )
Fase tersebut kemudian dilanjutkan di negara tersebut, tetapi tetap ditahan di Amerika Serikat (AS), ketika sekitar 30.000 peserta telah direkrut untuk uji coba di seluruh dunia, termasuk di Brasil dan Afrika Selatan. (Baca juga: Sempat Dihentikan, AstraZeneca Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 )Kemudian dilaporkan bahwa pasien tersebut bukanlah satu-satunya yang menderita penyakit yang tidak dapat dijelaskan - kemudian diketahui terkait dengan peradangan pada sumsum tulang belakang. Efek samping serupa tampaknya telah dialami, oleh peserta wanita Inggris lainnya selama musim panas, tetapi masalah tersebut pada awalnya tidak dilaporkan oleh AstraZeneca.
Sebelumnya telah ditunjukkan oleh para peneliti Rusia bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh beberapa kolega internasional mereka dan dibuat menggunakan mRNA dan platform berbasis vektor adenoviral monyet bergantung pada teknologi baru yang belum terbukti. Tidak seperti vektor adenovirus manusia yang digunakan dalam vaksin AS Johnson & Johnson, CanSino China, dan Sputnik V Rusia, para ilmuwan mencatat bahwa vaksin berbasis adenovirus monyet AstraZeneca belum dipelajari dalam jangka waktu yang lama.(Baca juga: Rusia: Penangguhan Uji Coba Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Pendekatan yang Salah )
(ber)
Lihat Juga :