Nego Ulang Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X, Pihak Korsel Terbang ke Indonesia
Rabu, 23 September 2020 - 13:45 WIB
loading...
Penampakan KF-X/IF-X, jet tempur proyek patungan Korea Selatan dengan Indonesia, saat perakitan akhir dimulai. Foto/The Drive
A
A
A
JAKARTA - Sekitar 10 pejabat dari Defence Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan (Korsel) dan Korean Aerospace Industries (KAI) terbang ke Jakarta pada hari Selasa. Mereka akan bertemu para pejabat Indonesia pada Rabu (23/9/2020) dan Kamis besok untuk membahas negosiasi ulang proyek pesawat jet tempur KF-X/IF-X.
KAI adalah pembuat jet tempur tersebut. Proyek patungan ini mengalami hambatan setelah Indonesia menunggak iuran senilai ratusan juta dolar Amerika Serikat. (Baca juga : Filip Hrgovic Raksasa Kelas Berat dari Kroasia Penerus Klitschko )
Proyek jet tempur gabungan tersebut dinamakan KF-X (Korean Fighter eXperimental) di Korea dan IF-X (Indonesian Fighter eXperimental) di Indonesia. (Baca: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun )
Kedua belah pihak telah mengadakan empat putaran negosiasi ulang, di mana pembicaraan terakhir dilakukan setelah sekitar satu tahun. Pembicaraan itu termasuk pertemuan pertama sejak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjabat Oktober lalu.
Prabowo telah menunda melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah Korea Selatan dengan mengatakan dia akan meninjau keseluruhan konten anggaran pertahanan dan sistem persenjataan Indonesia. (Baca yuk : Kisruh Politik Negeri Jiran, Raja Malaysia Punya Tiga Opsi )
Selama pertemuan minggu ini, pejabat kedua negara diharapkan akan meninjau kondisi proyek jet tempur patungan tersebut untuk mencapai kesepakatan, karena Indonesia menginginkan pengurangan dari yang disanggupi untuk membayar ke pemerintah Korea Selatan.
Indonesia pada awalnya setuju untuk membayar 1,7 triliun won (USD1,46 miliar), yang merupakan sekitar 20 persen dari total anggaran proyek 8 triliun won. Tetapi sejauh ini, Indonesia baru membayar sekitar 220 miliar won. Indonesia berhenti membayar pada akhir 2017 karena kondisi keuangan negara yang memburuk. (Baca: Jet Tempur Proyek Korsel-Indonesia Dipasok Mesin GE Aviation )
KAI adalah pembuat jet tempur tersebut. Proyek patungan ini mengalami hambatan setelah Indonesia menunggak iuran senilai ratusan juta dolar Amerika Serikat. (Baca juga : Filip Hrgovic Raksasa Kelas Berat dari Kroasia Penerus Klitschko )
Proyek jet tempur gabungan tersebut dinamakan KF-X (Korean Fighter eXperimental) di Korea dan IF-X (Indonesian Fighter eXperimental) di Indonesia. (Baca: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun )
Kedua belah pihak telah mengadakan empat putaran negosiasi ulang, di mana pembicaraan terakhir dilakukan setelah sekitar satu tahun. Pembicaraan itu termasuk pertemuan pertama sejak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjabat Oktober lalu.
Prabowo telah menunda melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah Korea Selatan dengan mengatakan dia akan meninjau keseluruhan konten anggaran pertahanan dan sistem persenjataan Indonesia. (Baca yuk : Kisruh Politik Negeri Jiran, Raja Malaysia Punya Tiga Opsi )
Selama pertemuan minggu ini, pejabat kedua negara diharapkan akan meninjau kondisi proyek jet tempur patungan tersebut untuk mencapai kesepakatan, karena Indonesia menginginkan pengurangan dari yang disanggupi untuk membayar ke pemerintah Korea Selatan.
Indonesia pada awalnya setuju untuk membayar 1,7 triliun won (USD1,46 miliar), yang merupakan sekitar 20 persen dari total anggaran proyek 8 triliun won. Tetapi sejauh ini, Indonesia baru membayar sekitar 220 miliar won. Indonesia berhenti membayar pada akhir 2017 karena kondisi keuangan negara yang memburuk. (Baca: Jet Tempur Proyek Korsel-Indonesia Dipasok Mesin GE Aviation )
Lihat Juga :