Beijing: Tuduhan Perwira Polisi New York Agen Mata-mata China Murni Palsu
Rabu, 23 September 2020 - 13:20 WIB
loading...
Baimadajie Angwang, 33, perwira polisi New York City yang jadi mata-mata China. Foto/NYC Police Benevolent Association/Facebook
A
A
A
BEIJING - Perwira polisi New York City, Baimadajie Angwang , ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) atas tuduhan jadi agen mata-mata China . Namun, Beijing menolak tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai tuduhan yang murni palsu.
Baimadajie Angwang, 33, yang lahir di wilayah Tibet, China, dan dinaturalisasi menjadi warga negara AS bekerja sebagai perwira polisi New York City. Dia juga bertugas menjadi tentara cadangan Angkatan Darat AS. (Baca: Jadi Agen Mata-mata China, Perwira Polisi New York Ditangkap FBI )
Pengaduan pidana yang diajukan jaksa di pengadilan federal Brooklyn pada hari Senin menyatakan Angwang terlibat spionase di wilayah komunitas etnis Tibet di New York untuk Konsulat China. Dia, lanjut dokumen pengaduan, juga ditugaskan untuk merekrut aset intelijen potensial di antara komunitas Tibet.
Tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada hari Selasa (21/9/2020) mengatakan dakwaan terhadap Angwang penuh dengan istilah "tampaknya" dan "mungkin" yang memberikan kesan bahwa jaksa penuntut berusaha keras untuk membuat kasus tersebut.
"Tuduhan relevan yang dibuat oleh pihak AS adalah murni palsu," kata Wang kepada wartawan pada briefing harian, seperti dikutip Fox News, Rabu (23/9/2020). "Rencana AS untuk mendiskreditkan Konsulat China dan personelnya di Amerika Serikat tidak akan berhasil." (Baca: Kian Panas, FBI Tangkap 3 Tentara China yang Menyamar Jadi Peneliti di AS )
Baimadajie Angwang, 33, yang lahir di wilayah Tibet, China, dan dinaturalisasi menjadi warga negara AS bekerja sebagai perwira polisi New York City. Dia juga bertugas menjadi tentara cadangan Angkatan Darat AS. (Baca: Jadi Agen Mata-mata China, Perwira Polisi New York Ditangkap FBI )
Pengaduan pidana yang diajukan jaksa di pengadilan federal Brooklyn pada hari Senin menyatakan Angwang terlibat spionase di wilayah komunitas etnis Tibet di New York untuk Konsulat China. Dia, lanjut dokumen pengaduan, juga ditugaskan untuk merekrut aset intelijen potensial di antara komunitas Tibet.
Tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada hari Selasa (21/9/2020) mengatakan dakwaan terhadap Angwang penuh dengan istilah "tampaknya" dan "mungkin" yang memberikan kesan bahwa jaksa penuntut berusaha keras untuk membuat kasus tersebut.
"Tuduhan relevan yang dibuat oleh pihak AS adalah murni palsu," kata Wang kepada wartawan pada briefing harian, seperti dikutip Fox News, Rabu (23/9/2020). "Rencana AS untuk mendiskreditkan Konsulat China dan personelnya di Amerika Serikat tidak akan berhasil." (Baca: Kian Panas, FBI Tangkap 3 Tentara China yang Menyamar Jadi Peneliti di AS )
Lihat Juga :