'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:46 WIB
loading...
Menghilang 27 Tahun,...
Kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir Admiral Nakhimov Angkatan Laut Rusia sedang disiapkan untuk memasuki layanan tempur lagi setelah menjalani modernisasi sejak tahun 1999. Foto/X @Capt_Navy
A A A
MOSKOW - Admiral Nakhimov, kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir Angkatan Laut Rusia, telah "menghilang" dari layanan tempur pada tahun 1999. Sekarang atau setelah 27 tahun berlalu, kapal perang terberat di dunia ini sedang disiapkan untuk memasuki layanan militer lagi.

Kapal perang kelas Kirov ini diperkirakan akan kembali beroperasi di Angkatan Laut Rusia pada akhir tahun 2026 setelah menyelesaikan salah satu program modernisasi paling ambisius yang dilakukan Angkatan Laut mana pun di dunia.

Baca Juga: Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran

Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Alexander Moiseyev mengonfirmasi bahwa kapal tersebut saat ini sedang menjalani tahap akhir uji coba pasca-modernisasi, dengan pengujian komprehensif yang sedang berlangsung sebelum penerimaan resmi ke dalam layanan militer. Ini akan menandai puncak dari program modernisasi yang telah berlangsung selama beberapa dekade, di mana kapal perang tersebut memasuki perbaikan di galangan kapal Sevmash pada tahun 1999 sebelum program rekonstruksi komprehensif secara resmi disetujui pada awal tahun 2010-an.

Kapal Admiral Nakhimov diapungkan kembali pada 25 Juli 2025, sebelum berlayar dengan tenaganya sendiri untuk pertama kalinya pada Agustus 2025, dan memulai fase terakhir uji coba lautnya pada 1 Juni.

Pada 21 Juli lalu, kapal penjelajah tersebut dikonfirmasi telah kembali ke pelabuhan Severodvinsk setelah fase uji coba laut lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Pernah Digaji Rp35 Ribu...
Pernah Digaji Rp35 Ribu per Hari, Dewick Bagikan Kisah Sukses Jadi Kreator Konten Jutaan Pengikut
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Kuasa Hukum Ruben Onsu...
Kuasa Hukum Ruben Onsu Tantang Sarwendah Tunjukkan Surat Lelang Rumah
Berita Terkini
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved