Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China

Jum'at, 24 Juli 2026 - 08:55 WIB
loading...
A A A
Yordania, misalnya, menjual armada drone tempur CH-4B hanya sekitar dua tahun setelah membelinya. Aljazair juga mengalami kecelakaan drone CH-4B saat latihan, sedangkan Irak dilaporkan harus menghentikan operasional armada pesawat nirawaknya akibat kekurangan suku cadang.

Persoalan tidak hanya terjadi pada sistem nirawak.

Anushka mencatat Myanmar menghentikan operasional pesawat tempur JF-17 yang diproduksi bersama China dan Pakistan pada 2022 akibat masalah radar dan pemeliharaan yang terus berulang.

Dia juga menyoroti konflik India-Pakistan pada Mei 2025 dalam Operasi Sindoor. Menurut Anushka, radar KJL dan sistem rudal pertahanan udara buatan China yang digunakan Pakistan gagal mendeteksi maupun menggagalkan serangan India terhadap sejumlah pangkalan udara.

Meski demikian, Anushka menilai ekspor senjata tetap menjadi instrumen penting dalam strategi geopolitik Beijing.

“Salah satu pendorong utama ekspor persenjataan China adalah kebutuhan memperoleh validasi operasional terhadap sistem senjata yang relatif jarang digunakan langsung oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dalam perang konvensional sejak 1979,” ungkapnya.

Dalam pandangan Anushka, penggunaan berbagai komponen buatan China pada sistem senjata yang dioperasikan negara lain memberikan umpan balik bagi industri pertahanan untuk mengevaluasi dan mengembangkan teknologi berikutnya.

Persoalan Internal Industri Pertahanan


Selain itu, lanjut dia, perdagangan senjata juga menjadi instrumen diplomasi yang memungkinkan Beijing memperkuat hubungan strategis dengan negara-negara mitra seperti Pakistan, Iran, Rusia, Venezuela, Myanmar, maupun Thailand.

Hubungan tersebut dinilai memberi ruang bagi China untuk memperluas pengaruh geopolitiknya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi melalui ekspor teknologi pertahanan dan komponen penggunaan ganda atau dual-use.

Ia menambahkan bahwa pemerintah China terus memperkuat fondasi industri militernya melalui berbagai perusahaan milik negara seperti NORINCO, Aviation Industry Corporation of China (AVIC), China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), serta China State Shipbuilding Corporation (CSSC), yang didukung ribuan perusahaan teknologi swasta.

Beijing juga membangun kerangka regulasi untuk melindungi industri pertahanan melalui Export Control Law 2020, Data Security Law 2021, Law on Countering Foreign Sanctions 2021, serta dua dekret Dewan Negara yang diterbitkan pada April 2026.

Namun, di saat yang sama, industri pertahanan China justru menghadapi persoalan internal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Mantan Koordinator Pusat...
Mantan Koordinator Pusat BEM SI Dukung Penuntasan Kasus Eks Jampidsus
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved