10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
Minggu, 19 Juli 2026 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Dibuka pada tahun 1981 dan membentang lebih dari enam mil dari ujung ke ujung, Tambang Gevra menambang batubara bitumen, batubara kelas menengah dengan panas tinggi yang menjadi andalan dunia pertambangan batubara. Kecuali ada perubahan rencana, tambang ini diperkirakan akan terus beroperasi hingga tahun 2036.
Sebenarnya ini adalah dua tambang permukaan yang digabungkan, North Antelope (dibuka tahun 1983) dan Rochelle (1985), dan direncanakan akan beroperasi hingga tahun 2047. Batubara yang dihasilkan adalah batubara sub-bituminus dengan kandungan sulfur serendah 0,2 persen, batubara yang paling bersih pembakarannya di negara tersebut.
Dibuka pada tahun 1979, tambang ini mengolah batubara bituminus yang melimpah seperti tetangganya, Gevra, dan juga diperkirakan akan beroperasi hingga tahun 2036. Dua dari lima tambang batubara terbesar di dunia, luar biasanya, terletak di satu distrik di India.
Shaanxi Utara, di provinsi pedalaman barat laut sekitar 485 mil sebelah barat Beijing, adalah tambang terbesar di negara itu, dimiliki oleh Shaanxi Coal and Chemical Industry Group dari Xi'an. Tambang ini menghasilkan sekitar 41,34 juta ton pada tahun 2023. Cadangan Tiongkok sangat condong ke arah antrasit dan batu bara bitumen, yang bersama-sama membentuk sekitar 94 persen dari total nasional, sehingga tambang-tambangnya cenderung menghasilkan bahan berkualitas tinggi.
Dimiliki oleh Bumi Resources yang berbasis di Jakarta, tambang ini menghasilkan 40,9 juta ton pada tahun 2023 di tiga area deposit dengan nama-nama yang bagus yaitu Prima Pinang, Melawan, dan Pinang Utara. Eksplorasi di sini dimulai pada tahun 1987, dan ekspor komersial pertama dilakukan pada tahun 1992. Sebagian besar yang digali adalah batubara sub-bituminus, dibagi antara pembangkit listrik lokal dan pasar ekspor.
3. Tambang North Antelope Rochelle, Amerika Serikat
Kembali ke Wyoming, dan ke detail teknis yang patut dinikmati. North Antelope Rochelle, sekitar 65 mil selatan Gillette dan dimiliki oleh Peabody Energy, menghasilkan sekitar 56,25 juta ton pada tahun 2023, menempati peringkat ketiga berdasarkan produksi. Namun berdasarkan cadangan, ini adalah tambang batubara terbesar di Bumi, pada dasarnya sebuah brankas batubara yang belum ditambang.Sebenarnya ini adalah dua tambang permukaan yang digabungkan, North Antelope (dibuka tahun 1983) dan Rochelle (1985), dan direncanakan akan beroperasi hingga tahun 2047. Batubara yang dihasilkan adalah batubara sub-bituminus dengan kandungan sulfur serendah 0,2 persen, batubara yang paling bersih pembakarannya di negara tersebut.
4. Tambang Batu Bara Kusmunda, India
Tambang batu bara kedua India ini terletak di wilayah Korba yang kaya batubara di Chhattisgarh, sekali lagi di bawah naungan South Eastern Coalfields. Kusmunda menghasilkan sekitar 50 juta ton pada tahun 2023, menjadikannya tambang terbesar kedua di India dan mengukuhkan Korba sebagai salah satu distrik batubara tersibuk di dunia.Dibuka pada tahun 1979, tambang ini mengolah batubara bituminus yang melimpah seperti tetangganya, Gevra, dan juga diperkirakan akan beroperasi hingga tahun 2036. Dua dari lima tambang batubara terbesar di dunia, luar biasanya, terletak di satu distrik di India.
5. Tambang Shaanxi Utara, China
Untuk negara yang membakar setengah dari batu bara dunia, China hanya menempatkan satu tambang dalam daftar ini, yang lebih menunjukkan bagaimana negara itu menyebarkan produksi di sejumlah besar lokasi daripada tentang China sendiri.Shaanxi Utara, di provinsi pedalaman barat laut sekitar 485 mil sebelah barat Beijing, adalah tambang terbesar di negara itu, dimiliki oleh Shaanxi Coal and Chemical Industry Group dari Xi'an. Tambang ini menghasilkan sekitar 41,34 juta ton pada tahun 2023. Cadangan Tiongkok sangat condong ke arah antrasit dan batu bara bitumen, yang bersama-sama membentuk sekitar 94 persen dari total nasional, sehingga tambang-tambangnya cenderung menghasilkan bahan berkualitas tinggi.
6. Tambang Sangatta, Indonesia
Sekarang dimulailah pengambilalihan oleh Indonesia. Sangatta, di Kalimantan Timur di pulau Borneo, adalah tambang permukaan terbesar keenam di dunia dan yang pertama dari empat tambang Indonesia berturut-turut.Dimiliki oleh Bumi Resources yang berbasis di Jakarta, tambang ini menghasilkan 40,9 juta ton pada tahun 2023 di tiga area deposit dengan nama-nama yang bagus yaitu Prima Pinang, Melawan, dan Pinang Utara. Eksplorasi di sini dimulai pada tahun 1987, dan ekspor komersial pertama dilakukan pada tahun 1992. Sebagian besar yang digali adalah batubara sub-bituminus, dibagi antara pembangkit listrik lokal dan pasar ekspor.
7. Tambang Belchatow, Polandia
Tambang batu bara terbesar di Eropa memecahkan rekor produksi. Tambang Belchatow, di Polandia tengah, dimiliki oleh perusahaan listrik negara PGE dan menghasilkan sekitar 40,43 juta ton pada tahun 2023. Tambang ini juga memasok salah satu pembangkit listrik terbesar di benua Eropa yang berada tepat di sebelahnya.Lihat Juga :