Gelombang Kedua Pandemi Covid-19, Inggris Shut Down

Selasa, 22 September 2020 - 15:13 WIB
loading...
A A A
"Akan ada pergeseran penekanan," imbuhnya.

Sementara jutaan orang di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara sudah berada di bawah beberapa bentuk pembatasan, Johnson diperkirakan tidak akan mengumumkan penguncian sepenuhnya seperti yang terlihat pada bulan Maret.

Gove, salah satu menteri paling senior di kabinet Johnson, mengatakan ada banyak peran yang tidak dapat dilakukan di rumah, di bidang manufaktur dan konstruksi hingga ritel.

“Kita perlu menyeimbangkan, jelas, kebutuhan untuk memastikan bahwa orang dapat terus bekerja, dan memang - secara kritis - terus bersekolah dan mendapatkan manfaat dari pendidikan, dengan mengambil langkah untuk mencoba mengurangi virus, itulah sebabnya jika kita bisa membatasi, atau menahan dengan tepat, kontak sosial, itulah yang kami coba lakukan,” ucapnya.

Langkah-langkah itu diambil setelah petugas medis senior memperingatkan pada hari Senin bahwa Inggris menghadapi tingkat kematian yang meningkat secara eksponensial dalam beberapa minggu kecuali jika tindakan segera diambil.

Menurut data yang diambil seminggu yang lalu, kasus Covid-19 baru meningkat setidaknya 6.000 per hari di Inggris, penerimaan rumah sakit berlipat ganda setiap delapan hari, dan sistem pengujiannya goyah.(Baca juga: Parlemen AS: Pandemi Covid-19 Bisa Dicegah jika China Lebih Transparan )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza
Rekomendasi
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved