Parlemen AS: Pandemi Covid-19 Bisa Dicegah jika China Lebih Transparan

loading...
Parlemen AS: Pandemi Covid-19 Bisa Dicegah jika China Lebih Transparan
Presiden China Xi Jinping memberikan medali kepada profesional medis yang jadi pahlawan dalam memerangi pandemi virus corona, Selasa (8/9/2020). Foto/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
A+ A-
WASHINGTON - Pandemi virus corona baru (Covid-19) kemungkinan bisa dicegah jika pemerintah China bertindak lebih transparan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak terlibat dalam penyebaran dan menormalisasi propaganda mereka selama hari-hari awal wabah. Demikian kesimpulan laporan audit Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Amerika Serikat (AS).

Laporan setebal 96 halaman yang ditulis oleh para politisi Partai Republik di komite tersebut menyerukan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengundurkan diri atas dampak buruk atas respons-nya pada pandemi Covid-19. (Baca: Xi Jinping: China Lulus Ujian Covid-19 yang Luar Biasa dan Bersejarah)

Laporan itu diperoleh New York Post pada hari Senin sebelum dirilis untuk waktu yang direncanakan pada beberapa hari ke depan.

“Tidak diragukan lagi bahwa Partai Komunis China (PKC) secara aktif terlibat dalam upaya menutup-nutupi yang dirancang untuk mengaburkan data, menyembunyikan informasi kesehatan publik yang relevan, dan menekan dokter dan jurnalis yang berusaha memperingatkan dunia,” bunyi laporan tersebut.



"Penelitian menunjukkan PKC dapat mengurangi jumlah kasus di China hingga 95 persen jika memenuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan menanggapi wabah dengan cara yang konsisten dengan praktik terbaik," lanjut laporan tersebut. "Sangat mungkin pandemi yang sedang berlangsung bisa dicegah." (Baca: Li Meng Yan Janjikan Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China)

Laporan itu mengatakan pada 1 Januari, pejabat China memerintahkan bahwa pasar basah Wuhan tempat virus diyakini berasal ditutup dan disanitasi."Menghancurkan bukti forensik yang mungkin telah memberikan wawasan tentang asal-usul wabah," papar laporan tersebut.

Keesokan harinya, lanjut laporan tersebut, para ilmuwan di Institut Virologi Wuhan menemukan bahwa virus corona sangat menular tetapi tidak segera memberi tahu WHO.



Dokumen itu juga menuduh WHO mengabaikan peringatan dari Taiwan dan Hong Kong tentang risiko penularan dari manusia ke manusia dan kemudian secara keliru mengklaim selama berminggu-minggu bahwa para peneliti China tidak menemukan bukti tentang hal itu terjadi. (Baca juga: Tepati Janji, Li Meng Yan Rilis Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China)
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top