Parlemen AS: Pandemi Covid-19 Bisa Dicegah jika China Lebih Transparan

Selasa, 22 September 2020 - 08:24 WIB
loading...
Parlemen AS: Pandemi...
Presiden China Xi Jinping memberikan medali kepada profesional medis yang jadi pahlawan dalam memerangi pandemi virus corona, Selasa (8/9/2020). Foto/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
A A A
WASHINGTON - Pandemi virus corona baru ( Covid-19 ) kemungkinan bisa dicegah jika pemerintah China bertindak lebih transparan dan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) tidak terlibat dalam penyebaran dan menormalisasi propaganda mereka selama hari-hari awal wabah. Demikian kesimpulan laporan audit Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Amerika Serikat (AS).

Laporan setebal 96 halaman yang ditulis oleh para politisi Partai Republik di komite tersebut menyerukan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengundurkan diri atas dampak buruk atas respons-nya pada pandemi Covid-19. (Baca: Xi Jinping: China Lulus Ujian Covid-19 yang Luar Biasa dan Bersejarah )

Laporan itu diperoleh New York Post pada hari Senin sebelum dirilis untuk waktu yang direncanakan pada beberapa hari ke depan.

“Tidak diragukan lagi bahwa Partai Komunis China (PKC) secara aktif terlibat dalam upaya menutup-nutupi yang dirancang untuk mengaburkan data, menyembunyikan informasi kesehatan publik yang relevan, dan menekan dokter dan jurnalis yang berusaha memperingatkan dunia,” bunyi laporan tersebut.

"Penelitian menunjukkan PKC dapat mengurangi jumlah kasus di China hingga 95 persen jika memenuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan menanggapi wabah dengan cara yang konsisten dengan praktik terbaik," lanjut laporan tersebut. "Sangat mungkin pandemi yang sedang berlangsung bisa dicegah." (Baca: Li Meng Yan Janjikan Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China )

Laporan itu mengatakan pada 1 Januari, pejabat China memerintahkan bahwa pasar basah Wuhan tempat virus diyakini berasal ditutup dan disanitasi."Menghancurkan bukti forensik yang mungkin telah memberikan wawasan tentang asal-usul wabah," papar laporan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Trump: Jika Bukan karena...
Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini
Rekomendasi
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved