Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran

Minggu, 05 Juli 2026 - 07:06 WIB
loading...
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan Selat Hormuz telah jadi senjata Iran yang tidak kalah ampuhnya dengan senjata nuklir. Foto/Tehran Times
A A A
TEHERAN - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Selat Hormuz telah menjadi senjata Iran yang tidak kalah ampuhnya dengan senjata nuklir. Menurutnya, Teheran juga memiliki senjata "termonuklir" cadangan, yaitu Selat Bab el-Mandab.

Medvedev menyampaikan hal itu kepada para jurnalis di Teheran, tempat dia menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Sabtu.

Baca Juga: Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Mesk Tak Melayat untuk Khamenei

"Iran telah menemukan senjata lain yang tidak kalah kuatnya dari senjata nuklir, yaitu Selat Hormuz, yang memiliki status internasional yang kompleks. Saya percaya Iran memiliki cadangan bukan hanya senjata nuklir, tetapi juga senjata termonuklir, dan ini diwakili oleh Selat Bab el-Mandeb," kata Medvedev.

Dia menambahkan bahwa Selat Bab el-Mandeb dapat menciptakan situasi di mana semua pengiriman minyak akan diblokir. "Dan semua negara yang mencari konflik di Timur Tengah harus mengingat hal ini," ujarnya.

Medvedev, yang pernah menjabat sebagai presiden dan perdana menteri Rusia, mengumumkan bahwa dia telah membahas dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian gagasan tentang platform negara-negara yang dikenai sanksi untuk melawan pembatasan "ilegal".

"Saya percaya kita dapat terus bekerja ke arah ini. Kebetulan, ini adalah salah satu topik yang kami bahas dengan Presiden Pezeshkian selama pertemuan saya," paparnya. Menurut Medvedev, platform tersebut dapat mencakup China dan negara-negara lain selain Rusia dan Iran.

Bagi Medvedev, proses mencapai kesepakatan akhir antara Iran dan Amerika Serikat akan sangat sulit. "Memorandum of Understanding antara Iran dan Amerika Serikat meletakkan dasar untuk negosiasi lebih lanjut," ujarnya, yang dilansir Russia Today, Minggu (5/7/2026).

"Sekarang ada dokumen, dan tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan akhir telah berlalu. Sejujurnya, saya pikir proses ini akan sangat sulit. Akan sangat sulit untuk mencapai kesepakatan mengenai beberapa isu, termasuk, misalnya, alokasi dana untuk rekonstruksi Iran," imbuh dia.

Lebih lanjut, orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin ini menegaskan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari sama sekali tidak beralasan. "[Karena] Iran tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat," katanya.

Dia mencatat bahwa Teheran sedang terlibat dalam negosiasi dengan Washington pada saat Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan tersebut. Fakta ini, menurut Medvedev, menunjukkan erosi hukum internasional.

Dia juga menceritakan bahwa sebelum permusuhan dimulai pada akhir Februari, Presiden Putin telah mengusulkan peta jalan yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah program nuklir Iran secara damai. AS dan Israel menyebut hal itu sebagai salah satu dalih untuk tindakan militer terhadap Republik Islam.

“Saya pikir Iran telah mengatasi cobaan terberat ini dengan bermartabat,” kata Medvedev, seraya menambahkan bahwa meskipun beberapa bagian Teheran masih hancur, kehidupan di ibu kota Iran sebagian besar telah kembali normal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Gol Mbappe Bantu Prancis...
Gol Mbappe Bantu Prancis ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Berita Terkini
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved