5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
Minggu, 05 Juli 2026 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat Iran melihat pembunuhannya sebagai upaya untuk menyerang jantung negara, sementara beberapa orang yang sangat menghormatinya percaya bahwa kematiannya akan melemahkan sistem.
“Pemakaman tersebut dilakukan setelah 10 hari pertama bulan Muharram, yang merupakan perayaan kemartiran Hussein Ali Salam, Imam ketiga Syiah,” kata Eslami.
“Saya rasa orang Iran tidak memikirkan kemerdekaan Amerika. Tetapi mereka memikirkan pengikut mereka di negara lain, dan mereka ingin mengirim pesan bahwa kemartiran Ali Khamenei adalah kelanjutan dari kemartiran Imam Hussein Ali,” katanya.
Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, para pelayat terlihat berkerumun di luar beberapa stasiun metro kota pagi ini menunggu sistem transportasi cepat dibuka agar mereka juga dapat menghadiri pemakaman.
Mohammad Eslami, seorang peneliti di Universitas Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pengikut mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah membuat bendera merah untuk melambangkan seruan balas dendam.
“Mereka meminta pemerintah Iran untuk membunuh mereka yang telah membunuh pemimpin tertinggi mereka,” katanya.
“Kita harus mempertimbangkan bahwa mendiang pemimpin tertinggi lebih dari sekadar kepala negara,” tambahnya.
“Pemimpin tertinggi… adalah salah satu dari sedikit pemimpin dalam sejarah Iran yang terbunuh oleh musuh mereka selama perang. Dia bukan termasuk pemimpin yang hanya duduk dan memberi perintah kepada orang lain. Dia berada di garis depan pertempuran melawan musuh,” kata Eslami.
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
1. Dimulai Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS
Mohammad Eslami, seorang peneliti di Universitas Teheran, telah berbicara kepada Al Jazeera tentang waktu pemakaman Ali Khamenei, yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.“Pemakaman tersebut dilakukan setelah 10 hari pertama bulan Muharram, yang merupakan perayaan kemartiran Hussein Ali Salam, Imam ketiga Syiah,” kata Eslami.
“Saya rasa orang Iran tidak memikirkan kemerdekaan Amerika. Tetapi mereka memikirkan pengikut mereka di negara lain, dan mereka ingin mengirim pesan bahwa kemartiran Ali Khamenei adalah kelanjutan dari kemartiran Imam Hussein Ali,” katanya.
2. Ada Nuansa Balas Dendam
Ribuan pelayat yang membawa spanduk merah, simbol yang terkait dengan seruan balas dendam, berkumpul di halaman kompleks keagamaan Grand Mosalla di Teheran menunggu kedatangan peti mati Khamenei, sambil meneriakkan “matilah Amerika” dan “balas dendam, balas dendam”, demikian laporan kantor berita AFP dari lokasi tersebut.Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, para pelayat terlihat berkerumun di luar beberapa stasiun metro kota pagi ini menunggu sistem transportasi cepat dibuka agar mereka juga dapat menghadiri pemakaman.
Mohammad Eslami, seorang peneliti di Universitas Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pengikut mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah membuat bendera merah untuk melambangkan seruan balas dendam.
“Mereka meminta pemerintah Iran untuk membunuh mereka yang telah membunuh pemimpin tertinggi mereka,” katanya.
“Kita harus mempertimbangkan bahwa mendiang pemimpin tertinggi lebih dari sekadar kepala negara,” tambahnya.
3. Ada Pesan Keberlanjutan Pemerintahan Iran
Mohammad Eslami, seorang peneliti di Universitas Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa upacara pemakaman yang sedang berlangsung untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dimaksudkan untuk menyoroti tempat ayatollah dalam sejarah Iran dan memproyeksikan citra keberlanjutan kepada dunia yang lebih luas.“Pemimpin tertinggi… adalah salah satu dari sedikit pemimpin dalam sejarah Iran yang terbunuh oleh musuh mereka selama perang. Dia bukan termasuk pemimpin yang hanya duduk dan memberi perintah kepada orang lain. Dia berada di garis depan pertempuran melawan musuh,” kata Eslami.
Lihat Juga :