Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:02 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran ingin 'menyelesaikan masalah' dengan Amerika Serikat. Dia menambahkan, Washington memberi Teheran waktu libur untuk pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Pernyataan itu diungkap Trump selama pidato untuk memulai perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat.
“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kita menghancurkan Iran. Mereka sangat ingin menyelesaikan masalah; mereka sangat ingin menyelesaikan masalah,” kata Trump.
“Kita memberi mereka libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik,” tambahnya.
Sementara itu, ribuan pelayat yang membawa spanduk merah, simbol yang terkait dengan seruan balas dendam, berkumpul di halaman kompleks keagamaan Grand Mosalla di Teheran menunggu kedatangan peti mati Khamenei.
Mereka meneriakkan “matilah Amerika” dan “balas dendam, balas dendam”, kantor berita AFP melaporkan dari lokasi tersebut.
Para pelayat terlihat berkerumun di luar beberapa stasiun metro kota pagi ini menunggu sistem transportasi cepat dibuka agar mereka juga dapat menghadiri pemakaman.
Kerumunan orang terlihat berkumpul di luar stasiun metro di Teheran, menunggu sistem transportasi cepat dibuka untuk mencapai kompleks keagamaan Grand Mosalla guna menghadiri pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Video yang diunggah secara daring oleh kantor berita ISNA Iran menunjukkan puluhan, dan dalam beberapa kasus ratusan, pelayat berpakaian hitam berkumpul di depan gerbang stasiun yang tertutup, menunggu gerbang tersebut dibuka.
Ribuan orang sudah berkumpul di dalam dan di luar kompleks besar tersebut untuk memulai upacara pemakaman resmi.
Baca juga: IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Pernyataan itu diungkap Trump selama pidato untuk memulai perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat.
“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kita menghancurkan Iran. Mereka sangat ingin menyelesaikan masalah; mereka sangat ingin menyelesaikan masalah,” kata Trump.
“Kita memberi mereka libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik,” tambahnya.
Sementara itu, ribuan pelayat yang membawa spanduk merah, simbol yang terkait dengan seruan balas dendam, berkumpul di halaman kompleks keagamaan Grand Mosalla di Teheran menunggu kedatangan peti mati Khamenei.
Mereka meneriakkan “matilah Amerika” dan “balas dendam, balas dendam”, kantor berita AFP melaporkan dari lokasi tersebut.
Para pelayat terlihat berkerumun di luar beberapa stasiun metro kota pagi ini menunggu sistem transportasi cepat dibuka agar mereka juga dapat menghadiri pemakaman.
Kerumunan orang terlihat berkumpul di luar stasiun metro di Teheran, menunggu sistem transportasi cepat dibuka untuk mencapai kompleks keagamaan Grand Mosalla guna menghadiri pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Video yang diunggah secara daring oleh kantor berita ISNA Iran menunjukkan puluhan, dan dalam beberapa kasus ratusan, pelayat berpakaian hitam berkumpul di depan gerbang stasiun yang tertutup, menunggu gerbang tersebut dibuka.
Ribuan orang sudah berkumpul di dalam dan di luar kompleks besar tersebut untuk memulai upacara pemakaman resmi.
Baca juga: IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
(sya)
Lihat Juga :