Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Kamis, 02 Juli 2026 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Di tempat lain, sekelompok warga merasa frustrasi setelah seorang penyelamat Amerika memberi tahu mereka bahwa "tidak ada tanda-tanda kehidupan" dari tumpukan puing lainnya.
Banyak yang percaya mereka akan menemukan kerabat mereka masih hidup setelah mendengar suara dari dalam reruntuhan.
PBB memperkirakan 50.000 orang hilang. Tim penyelamat internasional tiba dari seluruh dunia untuk menggali korban selamat, sementara penduduk setempat marah atas ketidakhadiran negara setelah bencana.
Dengan kehidupan sehari-hari yang hancur, fokus sekarang beralih ke bertahan hidup. Banyak yang kehilangan tempat tinggal dan makanan serta air menjadi langka.
“Mereka membagikan persediaan di sini, tetapi terkadang orang hampir saling membunuh untuk mendapatkan makanan... Ini seperti adu ayam,” kata Daniela Armas (18), seorang pedagang di La Guaira, setelah menunggu untuk mendapatkan makanan di tempat penampungan darurat.
Terjadi pencurian dan penjarahan yang meluas dan pada hari Rabu empat petugas polisi ditangkap setelah tertangkap oleh warga mencuri barang berharga dari reruntuhan.
“Situasinya cukup kritis,” kata Lia Poggio, kepala misi di Venezuela untuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Antrean untuk mendapatkan bantuan semakin panjang setiap harinya, dengan banyak yang bertahan hidup berkat kebaikan hati para sukarelawan dan sumbangan dari sesama warga.
“Di sini, kami tidak menerima apa pun sampai tadi malam ketika mereka mulai membawa air,” kata Fatima Berroteran (56), yang telah tidur bersama keluarganya di tempat parkir sejak rumah mereka di kompleks gedung tinggi di La Guaira runtuh.
“Saya merasa bersalah karena makan, karena setiap kali saya makan, saya berpikir ada seseorang yang tidak punya apa-apa untuk dimakan,” kata Aysmar Lopez, seorang wanita muda yang membawa makanan rumahan ke beberapa tempat penampungan.
Banyak yang percaya mereka akan menemukan kerabat mereka masih hidup setelah mendengar suara dari dalam reruntuhan.
PBB memperkirakan 50.000 orang hilang. Tim penyelamat internasional tiba dari seluruh dunia untuk menggali korban selamat, sementara penduduk setempat marah atas ketidakhadiran negara setelah bencana.
Dengan kehidupan sehari-hari yang hancur, fokus sekarang beralih ke bertahan hidup. Banyak yang kehilangan tempat tinggal dan makanan serta air menjadi langka.
“Mereka membagikan persediaan di sini, tetapi terkadang orang hampir saling membunuh untuk mendapatkan makanan... Ini seperti adu ayam,” kata Daniela Armas (18), seorang pedagang di La Guaira, setelah menunggu untuk mendapatkan makanan di tempat penampungan darurat.
Terjadi pencurian dan penjarahan yang meluas dan pada hari Rabu empat petugas polisi ditangkap setelah tertangkap oleh warga mencuri barang berharga dari reruntuhan.
“Situasinya cukup kritis,” kata Lia Poggio, kepala misi di Venezuela untuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Antrean untuk mendapatkan bantuan semakin panjang setiap harinya, dengan banyak yang bertahan hidup berkat kebaikan hati para sukarelawan dan sumbangan dari sesama warga.
“Di sini, kami tidak menerima apa pun sampai tadi malam ketika mereka mulai membawa air,” kata Fatima Berroteran (56), yang telah tidur bersama keluarganya di tempat parkir sejak rumah mereka di kompleks gedung tinggi di La Guaira runtuh.
“Saya merasa bersalah karena makan, karena setiap kali saya makan, saya berpikir ada seseorang yang tidak punya apa-apa untuk dimakan,” kata Aysmar Lopez, seorang wanita muda yang membawa makanan rumahan ke beberapa tempat penampungan.
(mas)
Lihat Juga :