Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat

Kamis, 02 Juli 2026 - 12:32 WIB
loading...
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa kembar yang guncang Venezuela telah menewaskan 2.295 orang. Kondisi wilayah mirip zona perang dengan bau mayat mulai menyengat. Foto/Instagram/democracynow
A A A
CARACAS - Dua gempa bumi beruntun berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 di Venezuela pada 24 Juni telah menyebabkan 2.295 orang tewas. Demikian pengumuman pemerintah setempat pada Rabu, dengan lebih dari 11.000 orang terluka dan 15.000 lainnya mengungsi.

Mayat-mayat menumpuk di kamar mayat dan warga Venezuela menggali puing-puing dengan tangan mereka. Layanan negara runtuh dan para pemimpin negara yang didukung Amerika Serikat (AS) menghadapi kemarahan yang semakin besar atas respons lambat mereka terhadap korban gempa kembar.

Baca Juga: Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang

Lebih dari 42.000 laporan orang hilang telah dikirim ke situs web yang dibuat oleh oposisi Venezuela, karena pemerintah otoriter yang didukung AS di negara itu belum memberikan angka untuk orang-orang yang hilang.

PBB sedang menyediakan 10.000 kantong mayat sebagai antisipasi peningkatan jumlah kematian di Venezuela, negara kaya minyak tapi terperangkap dalam krisis ekonomi selama bertahun-tahun.

“Layanan dasar telah lumpuh,” kata badan pengungsi PBB, seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/7/2026).

Di provinsi La Guaira yang terdampak parah, pihak berwenang telah mendirikan kamar mayat darurat di bawah silo gandum di kompleks pelabuhan, tempat aliran jenazah terus berdatangan. Wilayah ini sekarang mirip zona perang, di mana banyak bangunan hancur nyaris rata dengan tanah.

Dari gerbang, petugas medis terlihat memindahkan jenazah, menurunkan peti mati, dan membawa kantong kapur untuk membantu menutupi bau mayat yang menyengat. Di luar, kerabat dengan putus asa menunggu kabar tentang orang-orang terkasih mereka.

Karena tidak adanya operasi pencarian dan penyelamatan pemerintah yang serius, penduduk telah menyelamatkan tetangga mereka sendiri, menyingkirkan puing-puing dengan tangan kosong, sementara tim dari lebih dari 50 negara tiba untuk membantu.

Di antara yang hilang adalah lebih dari 100 warga Venezuela yang dideportasi dari AS beberapa jam sebelum gempa bumi terjadi. Hotel tempat mereka diyakini menginap runtuh selama gempa bumi.

Di silo di La Guaira, Maikol Heredia menemukan jenazah sepupunya, Jorge Luis González, yang dideportasi ke Venezuela pada 24 Juni. “Dia belum kembali ke Venezuela selama sembilan tahun,” kata Heredia, yang sedang berusaha mengumpulkan USD850 yang dibutuhkan untuk memindahkan jenazah ke rumahnya yang berjarak 720 km.

Alicia Mendoza telah mencari di rumah sakit dan kamar mayat darurat di silo gandum untuk mencari putranya yang berusia 38 tahun, Alejandro Bisbal, salah satu warga yang deportasi AS yang sekarang hilang. Pihak berwenang menunjukkan kepada Mendoza mayat dengan nama putranya tertera di sana, tetapi dia mengatakan itu bukan putranya.

“Saya tidak mengerti semua kekacauan ini atau mengapa mereka tidak bisa memperlakukan orang dengan bermartabat,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa rumah sakit dan klinik kewalahan oleh pasien trauma, dengan “pelayanan yang kacau”, “penumpukan pasien”, “penundaan operasi yang semakin meningkat” dan “kegagalan dalam langkah-langkah bio-keamanan”.

Respons yang serampangan ini telah menambah tekanan pada presiden sementara Delcy Rodríguez, yang menjabat sebagai wakil pemimpin otoriter Nicolás Maduro sebelum dia ditangkap pasukan AS dan dibawa ke Amerika untuk diadili. Rodríguez telah menerima dukungan dari presiden AS Donald Trump untuk membuka sektor minyak negara tersebut.

“[Menteri Dalam Negeri] Diosdado Cabello dan Delcy Rodríguez telah menunjukkan kebencian mereka terhadap kami,” kata seorang warga La Guaira, yang merahasiakan namanya karena takut akan pembalasan. “Yang mereka lakukan hanyalah mengacaukan respons.”

Ketika Rodríguez meninjau sisa-sisa menara yang runtuh di Caracas pekan lalu, dia dicemooh oleh penduduk, yang meneriakkan “kami ingin Anda pergi!”

Pada hari Senin, sebuah video yang beredar di media sosial tampaknya menunjukkan Cabello berdebat dengan anggota tim penyelamat AS. AS telah menjanjikan dana bantuan sebesar USD300 juta dan mengerahkan aset militer serta 900 orang.

"Tidak Ada yang Akan Selamat"


Harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat memudar pada hari Rabu ketika Venezuela memperingati satu minggu gempa kembar yang dahsyat.

“Waktu tidak terbuang sia-sia di tempat di mana tidak ada harapan untuk menemukan orang yang masih hidup,” kata Javier Rodes, koordinator tim penyelamat Spanyol yang anjing pelacaknya, Nala, telah mencari dengan sia-sia di antara reruntuhan untuk mencari jejak kehidupan.

Ada beberapa korban selamat yang ajaib, seperti seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang ditemukan hidup pada hari Selasa, enam hari setelah gempa terkuat di Venezuela dalam lebih dari seabad.

Namun para pakar mengatakan korban yang terjebak kemungkinan besar tidak akan bertahan hidup lebih dari 72 jam.

“Tidak ada yang akan keluar dari sini, hidup atau mati,” kata Jose Rafael, berdiri di antara reruntuhan tempat putranya hilang di kota Caraballeda di negara bagian La Guaira.

Di tempat lain, sekelompok warga merasa frustrasi setelah seorang penyelamat Amerika memberi tahu mereka bahwa "tidak ada tanda-tanda kehidupan" dari tumpukan puing lainnya.

Banyak yang percaya mereka akan menemukan kerabat mereka masih hidup setelah mendengar suara dari dalam reruntuhan.

PBB memperkirakan 50.000 orang hilang. Tim penyelamat internasional tiba dari seluruh dunia untuk menggali korban selamat, sementara penduduk setempat marah atas ketidakhadiran negara setelah bencana.

Dengan kehidupan sehari-hari yang hancur, fokus sekarang beralih ke bertahan hidup. Banyak yang kehilangan tempat tinggal dan makanan serta air menjadi langka.

“Mereka membagikan persediaan di sini, tetapi terkadang orang hampir saling membunuh untuk mendapatkan makanan... Ini seperti adu ayam,” kata Daniela Armas (18), seorang pedagang di La Guaira, setelah menunggu untuk mendapatkan makanan di tempat penampungan darurat.

Terjadi pencurian dan penjarahan yang meluas dan pada hari Rabu empat petugas polisi ditangkap setelah tertangkap oleh warga mencuri barang berharga dari reruntuhan.

“Situasinya cukup kritis,” kata Lia Poggio, kepala misi di Venezuela untuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Antrean untuk mendapatkan bantuan semakin panjang setiap harinya, dengan banyak yang bertahan hidup berkat kebaikan hati para sukarelawan dan sumbangan dari sesama warga.

“Di sini, kami tidak menerima apa pun sampai tadi malam ketika mereka mulai membawa air,” kata Fatima Berroteran (56), yang telah tidur bersama keluarganya di tempat parkir sejak rumah mereka di kompleks gedung tinggi di La Guaira runtuh.

“Saya merasa bersalah karena makan, karena setiap kali saya makan, saya berpikir ada seseorang yang tidak punya apa-apa untuk dimakan,” kata Aysmar Lopez, seorang wanita muda yang membawa makanan rumahan ke beberapa tempat penampungan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Detik-Detik Truk yang...
Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!
Rekomendasi
RCTI Rilis Sinetron...
RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved