Parlemen AS: Pandemi Covid-19 Bisa Dicegah jika China Lebih Transparan
Selasa, 22 September 2020 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Keesokan harinya, lanjut laporan tersebut, para ilmuwan di Institut Virologi Wuhan menemukan bahwa virus corona sangat menular tetapi tidak segera memberi tahu WHO.
Dokumen itu juga menuduh WHO mengabaikan peringatan dari Taiwan dan Hong Kong tentang risiko penularan dari manusia ke manusia dan kemudian secara keliru mengklaim selama berminggu-minggu bahwa para peneliti China tidak menemukan bukti tentang hal itu terjadi. (Baca juga: Tepati Janji, Li Meng Yan Rilis Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China )
"Dari tahap awal wabah, WHO, di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Tedros, meniru dan menegakkan sebagai kebenaran yang tak dapat diganggu gugat, pernyataan dari PKC," tulis New York Post, Selasa (27/9/2020), mengutip laporan komite tersebut.
Pemeriksaan pernyataan publik mereka, termasuk pujian yang diberikan atas penanganan PKC terhadap pandemi, mengungkapkan kesediaan yang mengganggu untuk mengabaikan sains dan sumber alternatif yang dapat dipercaya.
"Direktur Jenderal Tedros harus menerima tanggung jawab atas dampak merugikannya pada respons Covid-19 dan mengundurkan diri," lanjut laporan Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen AS.
Dokumen tersebut mengatakan anggota komite Parlemen, Michael McCaul, menerima surat dari Tedros pada Juli di mana dia bersikeras bahwa WHO menanggapi virus corona secara tepat waktu dan tidak memihak.
Dokumen itu juga menuduh WHO mengabaikan peringatan dari Taiwan dan Hong Kong tentang risiko penularan dari manusia ke manusia dan kemudian secara keliru mengklaim selama berminggu-minggu bahwa para peneliti China tidak menemukan bukti tentang hal itu terjadi. (Baca juga: Tepati Janji, Li Meng Yan Rilis Bukti Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis China )
"Dari tahap awal wabah, WHO, di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Tedros, meniru dan menegakkan sebagai kebenaran yang tak dapat diganggu gugat, pernyataan dari PKC," tulis New York Post, Selasa (27/9/2020), mengutip laporan komite tersebut.
Pemeriksaan pernyataan publik mereka, termasuk pujian yang diberikan atas penanganan PKC terhadap pandemi, mengungkapkan kesediaan yang mengganggu untuk mengabaikan sains dan sumber alternatif yang dapat dipercaya.
"Direktur Jenderal Tedros harus menerima tanggung jawab atas dampak merugikannya pada respons Covid-19 dan mengundurkan diri," lanjut laporan Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen AS.
Dokumen tersebut mengatakan anggota komite Parlemen, Michael McCaul, menerima surat dari Tedros pada Juli di mana dia bersikeras bahwa WHO menanggapi virus corona secara tepat waktu dan tidak memihak.
Lihat Juga :