Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Jum'at, 26 Juni 2026 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
“Kami tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk memastikan kedaulatan dan keamanan Jepang," lanjutnya.
Pada awal bulan ini, yakni 1 Juni, Staf Gabungan Jepang mengatakan bahwa armada China melakukan latihan di sebelah timur Filipina pada akhir Mei dan bahwa militer Jepang melakukan pengawasan dan pengumpulan informasi.
Hubungan dingin antara China dan Jepang telah memburuk setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang dianggap sebagai seorang konservatif dan pendukung keamanan garis keras, menyatakan pada bulan November bahwa Jepang mungkin akan campur tangan secara militer dalam upaya China untuk merebut Taiwan.
China, yang menganggap pulau demokratis itu sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencaploknya, telah menyarankan warganya untuk menghindari kunjungan ke Jepang, dan memberlakukan pembatasan perdagangan.
Di bawah kepemimpinan Takaichi, Jepang juga mempercepat pergeserannya menuju kebijakan pertahanan yang lebih proaktif, semakin melepaskan—dengan dorongan Amerika Serikat (AS)—pandangan pasifis yang telah ada sejak akhir Perang Dunia II.
Pada awal bulan ini, yakni 1 Juni, Staf Gabungan Jepang mengatakan bahwa armada China melakukan latihan di sebelah timur Filipina pada akhir Mei dan bahwa militer Jepang melakukan pengawasan dan pengumpulan informasi.
Hubungan dingin antara China dan Jepang telah memburuk setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang dianggap sebagai seorang konservatif dan pendukung keamanan garis keras, menyatakan pada bulan November bahwa Jepang mungkin akan campur tangan secara militer dalam upaya China untuk merebut Taiwan.
China, yang menganggap pulau demokratis itu sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencaploknya, telah menyarankan warganya untuk menghindari kunjungan ke Jepang, dan memberlakukan pembatasan perdagangan.
Di bawah kepemimpinan Takaichi, Jepang juga mempercepat pergeserannya menuju kebijakan pertahanan yang lebih proaktif, semakin melepaskan—dengan dorongan Amerika Serikat (AS)—pandangan pasifis yang telah ada sejak akhir Perang Dunia II.
(mas)
Lihat Juga :