Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:32 WIB
loading...
Iran Tolak Pendapat...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan Teheran tidak akan tertipu oleh upaya Washington mendefinisikan ulang nota kesepahaman yang disepakati antara kedua pihak. Peringatan itu muncul seiring proses negosiasi yang terus berlangsung antara AS dan Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengklaim pada hari Selasa bahwa penghentian total permusuhan di seluruh Timur Tengah, termasuk operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon, "tidak mungkin," meskipun itu adalah klausul pertama dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Amerika dan Iran pada 17 Juni.

"Anda tidak dapat mengakhiri permusuhan dan konflik di kawasan itu selama proksi Iran meluncurkan rudal dan drone dari Irak dan berpartisipasi dalam terorisme seperti yang dilakukan Hamas dan Hizbullah," kata Rubio.

Baghaei menanggapi dalam unggahan di X pada hari Rabu, dengan mengatakan "tidak ada yang akan tertipu" oleh apa yang diduga coba dilakukan diplomat AS tersebut.

“Kita tidak bisa memiliki kawasan yang damai selama militerisme dan intervensi Amerika terus berlanjut, dan proksi pendudukan mereka terus, dengan impunitas mutlak, menimbulkan perang tanpa akhir di seluruh kawasan dan melakukan genosida, kekerasan teror, dan segala kekejaman,” tegas, yang tampaknya merujuk pada kejahatan perang Israel di Jalur Gaza, Lebanon dan negara-negara lain.

Dalam unggahan terpisah, Baghaei menegaskan, “Pemerintahan Amerika tidak pernah menunjukkan ketulusan dalam perilakunya terhadap bangsa Iran.”

“Pernyataan yang kontradiktif oleh pejabat AS mengenai nota kesepahaman… tidak akan mengurangi ketidakpercayaan yang telah terakumulasi di kalangan rakyat Iran,” ungkap dia.

Pihak berwenang di Teheran menandatangani MOU dengan itikad baik, tetapi “mereka akan mengambil setiap langkah dengan waspada, dengan mengingat pengalaman lima dekade terakhir,” tegas Baghaei.

MOU tersebut membuka periode negosiasi selama 60 hari yang bertujuan mencapai penyelesaian akhir konflik, yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Pencabutan sanksi AS terhadap Teheran, program nuklir Iran, lalu lintas di Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20% perdagangan minyak mentah global, dan isu-isu lainnya diperkirakan akan dibahas antara kedua pihak selama periode tersebut.

Seorang penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, sebelumnya mengatakan Teheran akan bersikeras pada implementasi penuh klausul MOU tentang penghentian total permusuhan di kawasan tersebut.

“Jika satu perjanjian hanya berupa dokumen di atas kertas, aliran energi di Timur Tengah juga akan terhenti,” ia memperingatkan.

Baca juga: Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved