Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?

Senin, 22 Juni 2026 - 19:35 WIB
loading...
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang naikkan biaya visa sebanyak lima kali lipat. Foto/X/@viewsoff
A A A
TOKYO - Jepang telah menerapkan kenaikan biaya visa lima kali lipat untuk semua warga negara asing, menandai kenaikan harga pertama dalam hampir 50 tahun. Pihak berwenang mengatakan mereka tidak mengharapkan kenaikan harga tersebut akan berdampak langsung pada pariwisata.

Mulai 1 Juli, biaya visa sekali masuk akan dinaikkan dari 3.000 yen (USD18,69; £14, Rp330.000) menjadi 15.000 yen (Rp1,6 juta), sementara visa multi-entri sekarang akan berharga 30.000 yen (Rp3,3 juta), naik dari 6.000 yen.

Revisi biaya visa - yang pertama sejak 1978 - dilakukan untuk "mencerminkan inflasi dan fluktuasi nilai tukar", kata Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi kepada wartawan pada hari Jumat.

"Kami tidak memperkirakan hal itu akan berdampak langsung pada pariwisata masuk," tambahnya.



Yen Jepang terus melemah sejak 2021, dan sekarang berada di dekat titik terendah historis dalam 40 tahun terakhir.

Hal ini, bersamaan dengan pemulihan perjalanan pasca-pandemi, telah menyebabkan lonjakan wisatawan ke Jepang. Negara ini menyambut rekor 42,7 juta wisatawan internasional tahun lalu.

Pada bulan Mei, Majelis Tinggi Jepang mengesahkan RUU untuk menaikkan biaya lain yang relevan bagi warga negara asing.

Berdasarkan revisi tersebut, batas atas hukum untuk permohonan izin tinggal tetap akan naik menjadi 300.000 yen, 30 kali lipat dari batas saat ini sebesar 10.000 yen. Biaya untuk mengubah status kependudukan atau memperpanjang masa tinggal juga akan mencapai 100.000 yen, naik dari biaya saat ini sebesar 10.000 yen.

Pihak berwenang yang mendorong kenaikan biaya tersebut mengatakan Jepang harus menyelaraskan biaya terkait visa dan kependudukan agar lebih mendekati biaya di negara-negara G7 lainnya.

Di AS, misalnya, biaya permohonan visa non-imigran berkisar antara USD185 hingga USD315. Untuk pengunjung ke Inggris, visa jangka pendek standar dengan durasi maksimal enam bulan dikenakan biaya £135.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved