Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Jum'at, 19 Juni 2026 - 07:54 WIB
loading...
Serangan drone terbesar Ukraina membakar kilang minyak utama di Moskow pada Kamis (18/6/2026). Rusia janji balas serangan ini. Foto/Telegram/Colonel GSh
A
A
A
MOSKOW - Ukraina pada hari Kamis melancarkan serangan drone terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Moskow, Rusia. Serangan ini memicu kebakaran di kilang minyak utama dan memaksa evakuasi di bandara terbesar negara itu.
Rusia berjanji akan membalas serangan tersebut, sementara jurnalis AFP melihat pemandangan dramatis asap hitam mengepul di atas cakrawala selatan ibu kota dan tetesan hujan hitam bercampur jelaga jatuh dari langit.
Baca Juga: Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Pihak berwenang Moskow mengatakan setidaknya 17 orang terluka dalam serangan tersebut, yang juga membakar pusat perbelanjaan dan gedung apartemen.
Serangan terjadi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di kota Kazan, sekitar 700 kilometer (435 mil) timur Moskow.
Pemimpin Rusia belum berkomentar tentang serangan terbesar Ukraina tersebut, meskipun telah mengeluarkan pernyataan pers sepanjang hari. Sedangkan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov berjanji Moskow akan membalas dengan serangan besar-besaran mereka sendiri terhadap Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan kemarin adalah respons yang sepenuhnya dibenarkan terhadap serangan mematikan di Kyiv—termasuk serangan awal pekan ini terhadap katedral bersejarah dan biara abad ke-11 yang dilindungi UNESCO.
Zelensky mengatakan dia ingin rakyat Rusia menekan Putin atas konsekuensi konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
“Yang terpenting adalah rakyat Rusia mulai merasa bahwa hanya satu orang, Putin, yang melancarkan perang ini, sementara rakyat biasa yang menanggung akibatnya,” kata Zelensky.
“Jika Ukraina akan terbakar, Moskow Anda juga akan terbakar,” ujarnya, yang dikutip AFP, Jumat (19/6/2026).
Ini adalah kali kedua bulan ini Kyiv melancarkan serangan besar selama KTT internasional, setelah menyerang Saint Petersburg di awal forum ekonomi penting di dekat kota tersebut.
Bandara-bandara Moskow ditutup selama berjam-jam, menyebabkan ratusan penundaan penerbangan.
Bandara tersibuk di negara itu—Sheremetyevo—mengumumkan telah mengevakuasi para penumpang ke lokasi aman selama serangan udara tersebut, sebelum dibuka kembali sekitar pukul 11.00 pagi.
Warga setempat; Konstantin, yang berjalan di dekat kilang minyak di distrik Kapotnya bagian tenggara, mengatakan kepada AFP bahwa dia belum pernah melihat hal seperti ini.
Valentina, seorang manajer berusia 29 tahun, mengatakan dia terbangun karena suara bising tersebut.
“Ini benar-benar menakutkan,” katanya kepada AFP, sambil berjalan di taman bersama putrinya, dengan kepulan asap besar di belakang mereka.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan bahwa beberapa drone telah mencapai kilang minyak Moskow, tanpa menyebutkan kerusakan pada fasilitas tersebut.
Pihak berwenang mengumumkan telah menutup lalu lintas di jalan-jalan terdekat.
Drone lain jatuh ke sebuah gedung apartemen, sementara puing-puing drone memicu kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di dekat pinggiran ibu kota.
Sebuah video di media sosial menunjukkan asap mengepul dari lantai atas sebuah blok apartemen, sementara seorang wanita di balik kamera terdengar menangis karena kesedihan.
Sobyanin mengatakan sistem pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh sekitar 180 drone yang mendekati Moskow. Sedangkan Kementerian Pertahanan melaporkan telah mencegat lebih dari 500 drone Ukraina di seluruh negeri pada Rabu malam.
Kyiv telah meningkatkan serangan drone terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir—menyebutnya sebagai “sanksi jarak jauh” dan menyerang kilang minyak yang mendanai kas perang Moskow.
Ini adalah serangan Ukraina kedua terhadap kilang Moskow minggu ini.
Pembicaraan diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tetap buntu.
“Sudah saatnya perang berakhir, dan Rusia harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam diplomasi,” kata Zelensky, tak lama setelah serangan Ukraina diluncurkan.
Rusia juga meluncurkan lebih dari 200 drone dan beberapa rudal balistik ke Ukraina antara Rabu malam dan Kamis pagi, menurut Angkatan Udara Ukraina.
Para jurnalis di Kyiv melihat orang-orang bergegas ke tempat perlindungan pada dini hari setelah ledakan pertahanan udara mengguncang ibu kota Ukraina.
Beberapa jam setelah serangan Ukraina, Putin berpose untuk foto bersama para pemimpin di KTT ASEAN-Rusia di Kazan dan tidak menyebutkan serangan itu dalam pidato pembukaannya di forum tersebut.
Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, dan Singapura mengirim perdana menteri mereka ke Kazan, sementara Filipina mengirim Presiden Ferdinand Marcos.
Putin telah lama berupaya untuk memproyeksikan citra stabilitas di Rusia, terlepas dari dampak ekonomi dan sosial akibat perangnya selama empat tahun di Ukraina.
Namun serangkaian serangan Ukraina baru-baru ini telah memaksa Kremlin untuk merespons.
Setelah Kyiv melancarkan serangan serupa di Saint Petersburg awal bulan ini, pemimpin Rusia berjanji untuk memperkuat pertahanan udara.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan ini mengatakan Moskow harus "membuat kesepakatan" untuk mengakhiri perang Ukraina.
Rusia berjanji akan membalas serangan tersebut, sementara jurnalis AFP melihat pemandangan dramatis asap hitam mengepul di atas cakrawala selatan ibu kota dan tetesan hujan hitam bercampur jelaga jatuh dari langit.
Baca Juga: Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Pihak berwenang Moskow mengatakan setidaknya 17 orang terluka dalam serangan tersebut, yang juga membakar pusat perbelanjaan dan gedung apartemen.
Serangan terjadi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di kota Kazan, sekitar 700 kilometer (435 mil) timur Moskow.
Pemimpin Rusia belum berkomentar tentang serangan terbesar Ukraina tersebut, meskipun telah mengeluarkan pernyataan pers sepanjang hari. Sedangkan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov berjanji Moskow akan membalas dengan serangan besar-besaran mereka sendiri terhadap Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan kemarin adalah respons yang sepenuhnya dibenarkan terhadap serangan mematikan di Kyiv—termasuk serangan awal pekan ini terhadap katedral bersejarah dan biara abad ke-11 yang dilindungi UNESCO.
Zelensky mengatakan dia ingin rakyat Rusia menekan Putin atas konsekuensi konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
“Yang terpenting adalah rakyat Rusia mulai merasa bahwa hanya satu orang, Putin, yang melancarkan perang ini, sementara rakyat biasa yang menanggung akibatnya,” kata Zelensky.
“Jika Ukraina akan terbakar, Moskow Anda juga akan terbakar,” ujarnya, yang dikutip AFP, Jumat (19/6/2026).
Ini adalah kali kedua bulan ini Kyiv melancarkan serangan besar selama KTT internasional, setelah menyerang Saint Petersburg di awal forum ekonomi penting di dekat kota tersebut.
Bandara-bandara Moskow ditutup selama berjam-jam, menyebabkan ratusan penundaan penerbangan.
Bandara tersibuk di negara itu—Sheremetyevo—mengumumkan telah mengevakuasi para penumpang ke lokasi aman selama serangan udara tersebut, sebelum dibuka kembali sekitar pukul 11.00 pagi.
Warga setempat; Konstantin, yang berjalan di dekat kilang minyak di distrik Kapotnya bagian tenggara, mengatakan kepada AFP bahwa dia belum pernah melihat hal seperti ini.
Valentina, seorang manajer berusia 29 tahun, mengatakan dia terbangun karena suara bising tersebut.
“Ini benar-benar menakutkan,” katanya kepada AFP, sambil berjalan di taman bersama putrinya, dengan kepulan asap besar di belakang mereka.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan bahwa beberapa drone telah mencapai kilang minyak Moskow, tanpa menyebutkan kerusakan pada fasilitas tersebut.
Pihak berwenang mengumumkan telah menutup lalu lintas di jalan-jalan terdekat.
Drone lain jatuh ke sebuah gedung apartemen, sementara puing-puing drone memicu kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di dekat pinggiran ibu kota.
Sebuah video di media sosial menunjukkan asap mengepul dari lantai atas sebuah blok apartemen, sementara seorang wanita di balik kamera terdengar menangis karena kesedihan.
Sobyanin mengatakan sistem pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh sekitar 180 drone yang mendekati Moskow. Sedangkan Kementerian Pertahanan melaporkan telah mencegat lebih dari 500 drone Ukraina di seluruh negeri pada Rabu malam.
Kyiv telah meningkatkan serangan drone terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir—menyebutnya sebagai “sanksi jarak jauh” dan menyerang kilang minyak yang mendanai kas perang Moskow.
Ini adalah serangan Ukraina kedua terhadap kilang Moskow minggu ini.
Pembicaraan diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tetap buntu.
“Sudah saatnya perang berakhir, dan Rusia harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam diplomasi,” kata Zelensky, tak lama setelah serangan Ukraina diluncurkan.
Rusia juga meluncurkan lebih dari 200 drone dan beberapa rudal balistik ke Ukraina antara Rabu malam dan Kamis pagi, menurut Angkatan Udara Ukraina.
Para jurnalis di Kyiv melihat orang-orang bergegas ke tempat perlindungan pada dini hari setelah ledakan pertahanan udara mengguncang ibu kota Ukraina.
Putin Ada di Kazan
Beberapa jam setelah serangan Ukraina, Putin berpose untuk foto bersama para pemimpin di KTT ASEAN-Rusia di Kazan dan tidak menyebutkan serangan itu dalam pidato pembukaannya di forum tersebut.
Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, dan Singapura mengirim perdana menteri mereka ke Kazan, sementara Filipina mengirim Presiden Ferdinand Marcos.
Putin telah lama berupaya untuk memproyeksikan citra stabilitas di Rusia, terlepas dari dampak ekonomi dan sosial akibat perangnya selama empat tahun di Ukraina.
Namun serangkaian serangan Ukraina baru-baru ini telah memaksa Kremlin untuk merespons.
Setelah Kyiv melancarkan serangan serupa di Saint Petersburg awal bulan ini, pemimpin Rusia berjanji untuk memperkuat pertahanan udara.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan ini mengatakan Moskow harus "membuat kesepakatan" untuk mengakhiri perang Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :