Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:59 WIB
loading...
Pria China Hajar Brutal...
Bell Aphisara (25), pekerja seks komersial Thailand yang diserang secara brutal oleh turis pria asal China. Tersangka menyerang karena marah setelah tahu korban secara biologis adalah laki-laki. Foto/The Pattaya News
A A A
BANGKOK - Seorang turis pria asal China telah menyerang pekerja seks komersial (PSK) secara brutal di sebuah hotel di Pattaya. Musababnya, tersangkamarah karena PSK yang dia kira wanita ternyata secara biologis adalah laki-laki.

Korban mengalami beberapa luka sayatan yang membutuhkan banyak jahitan akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari

Menurut laporan Reuters, Kamis (28/5/2026), korban diidentifikasi sebagai wanita transgender dengan nama Bell Aphisara (25). Korban mengatakan bahwa dia telah setuju untuk memberikan layanan seksual berbayar kepada tersangka tersebut seharga 2.000 baht (USD78) di hotel pada 25 Mei.

Namun, tersangka menjadi marah dan melakukan kekerasan setelah mengetahui bahwa korban secara biologis adalah laki-laki. Tersangka menghancurkan cermin dan botol kaca sebelum menggunakan pecahan kaca tersebut untuk melukai korban saat berteriak meminta bantuan.

Wanita transgender lain di sekitar tempat kejadian mendengar teriakannya dan memasuki ruangan, di mana mereka menemukan tersangka berdiri di atas korban yang terbaring berdarah di tempat tidur.

Sebuah video kejadian tersebut menunjukkan tersangka berteriak kepada korban untuk meninggalkan ruangan saat korban turun dari tempat tidur dengan darah mengalir di wajahnya.

Korban kemudian terlihat di koridor, tampak sangat tertekan setelah menyadari luka-lukanya.

Menurut resepsionis hotel, korban lari ke lantai bawah dalam keadaan berlumuran darah dan ditemani oleh dua temannya yang membantunya dibawa ke rumah sakit.

Saat petugas polisi tiba di kamar di Pattaya South Soi 9, kamar tersebut terkunci dan tidak ada orang di dalamnya.

Tersangka diyakini telah melarikan diri dari hotel melalui tangga darurat dengan barang-barangnya.

Penyelidik menemukan seprai berlumuran darah bersama dengan cermin yang pecah, botol-botol yang hancur, dan barang-barang yang berserakan di dalam kamar, menurut laporan Reuters.

Menurut seorang petugas polisi setempat, rekaman CCTV segera ditinjau untuk mencoba melacak tersangka.

Catatan imigrasi kemudian mengungkapkan bahwa warga negara China tersebut telah meninggalkan Thailand melalui Bandara Internasional Suvarnabhumi dan kembali ke negaranya sebelum korban secara resmi mengajukan laporan polisi.

"Para penyidik saat ini sedang mengumpulkan bukti karena korban masih dalam masa pemulihan dari luka-lukanya. Polisi sedang bersiap untuk mempercepat penyelidikan dan menyusun berkas kasus untuk meminta surat perintah penangkapan," kata seorang petugas polisi.

Korban menerima total 30 jahitan—18 di wajahnya, delapan di pergelangan tangannya, dan empat di pergelangan kakinya.

Dia mengatakan bahwa dirinya bermaksud untuk menempuh jalur hukum.

"Jika teman-teman saya tidak datang membantu tepat waktu, situasinya bisa jauh lebih buruk," katanya. "Saya mendengar dia sekarang mencoba melarikan diri, tetapi saya sudah melaporkan semuanya ke polisi."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
3 Negara yang Asetnya...
3 Negara yang Asetnya Disita China Karena Tidak Bisa Bayar Utang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved