Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Selasa, 19 Mei 2026 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
“Anda pemimpin hebat. Kadang orang tidak suka saya mengatakan itu, tetapi saya tetap mengatakannya karena itu benar,” kata Trump kepada Xi dalam pertemuan terbaru mereka.
Di sisi lain, China juga dinilai semakin percaya diri menghadapi kritik Barat seiring pertumbuhan ekonomi dan kekuatan militernya.
Pada 2021, Dewan Negara China bahkan merilis laporan setebal 28 halaman mengenai pelanggaran HAM di AS yang dibuka dengan kutipan “I can’t breathe", kata-kata terakhir George Floyd sebelum tewas di tangan polisi AS.
Pengacara HAM China Ren Quanniu mengatakan propaganda pemerintah China juga berhasil meyakinkan banyak warga bahwa kritik Barat hanya didorong “kekuatan asing yang bermusuhan".
“Banyak orang tidak lagi peduli dengan apa yang dikatakan Amerika,” ujarnya.
Trump mengeklaim isu HAM tetap dibahas dalam pertemuan dua jam dengan Xi, meski tidak tercantum dalam ringkasan resmi kedua negara.
Menurut Trump, dia membahas kasus Jimmy Lai dan sejumlah pendeta yang ditahan di China.
Trump mengatakan Xi “secara serius mempertimbangkan” pembebasan para pemimpin agama tersebut.
Pernyataan itu disambut keluarga para tahanan. Grace Jin Drexel, putri pendeta Ezra Jin yang ditahan tahun lalu, mengatakan kabar tersebut menjadi “jawaban besar atas doa kami".
Namun terkait Jimmy Lai, Trump kembali menyebut kasus itu sebagai persoalan yang “sulit".
Kasus Jimmy Lai dan Penahanan Pendeta
Di sisi lain, China juga dinilai semakin percaya diri menghadapi kritik Barat seiring pertumbuhan ekonomi dan kekuatan militernya.
Pada 2021, Dewan Negara China bahkan merilis laporan setebal 28 halaman mengenai pelanggaran HAM di AS yang dibuka dengan kutipan “I can’t breathe", kata-kata terakhir George Floyd sebelum tewas di tangan polisi AS.
Pengacara HAM China Ren Quanniu mengatakan propaganda pemerintah China juga berhasil meyakinkan banyak warga bahwa kritik Barat hanya didorong “kekuatan asing yang bermusuhan".
“Banyak orang tidak lagi peduli dengan apa yang dikatakan Amerika,” ujarnya.
Trump mengeklaim isu HAM tetap dibahas dalam pertemuan dua jam dengan Xi, meski tidak tercantum dalam ringkasan resmi kedua negara.
Menurut Trump, dia membahas kasus Jimmy Lai dan sejumlah pendeta yang ditahan di China.
Trump mengatakan Xi “secara serius mempertimbangkan” pembebasan para pemimpin agama tersebut.
Pernyataan itu disambut keluarga para tahanan. Grace Jin Drexel, putri pendeta Ezra Jin yang ditahan tahun lalu, mengatakan kabar tersebut menjadi “jawaban besar atas doa kami".
Namun terkait Jimmy Lai, Trump kembali menyebut kasus itu sebagai persoalan yang “sulit".
(mas)
Lihat Juga :