Profil Monica Witt, Eks Perwira Angkatan Udara AS yang Membelot ke Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:05 WIB
loading...
A A A
Tak lama setelah berada di Iran, dia segera berafiliasi dengan Marzieh Hashemi, seorang yang diduga sebagai agen intelijen Iran. Dengan bantuan Hashemi, Witt membelot ke Iran pada tahun 2013 dan memberikan bantuan serta intelijen kepada republik Islam tersebut yang berasal dari pekerjaannya untuk dan dengan pemerintah AS.

The New York Times melaporkan bahwa ibunya meninggal tak lama sebelum Witt memasuki dinas aktif pada tahun 1997, dan bahwa dia telah menjauh dari kerabatnya pada tahun 2008. Media itu juga melaporkan bahwa pada tahun 2011, keuangan Witt berantakan. Dia sempat pindah ke perumahan bersubsidi berkualitas rendah di Falls Church, Virginia, dan pernah menjadi tunawisma.

Dalam sebuah wawancara tahun 2013 dengan International Quran News Agency (IQNA), Witt menggambarkan dirinya sebagai seorang Kristen yang tidak taat beribadah pada saat pendaftaran militernya di AS. Dia mengatakan bahwa misi ke Irak dan keinginan untuk memahami orang Irak yang mendorongnya untuk mempelajari Al-Qur'an.

Witt menggambarkan antusiasmenya terhadap kitab suci Islam tersebut, dengan mengatakan, "Hal itu sangat mengesankan saya sehingga saya tidak pernah membayangkannya. Saya menjadi sangat tertarik pada Al-Qur'an sehingga saya mempelajarinya setiap malam."

Witt menggambarkan teman-temannya, keluarganya, dan militer AS dipengaruhi oleh propaganda anti-Iran dan anti-Islam yang luas di AS, dan tidak menerima perubahan agamanya. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menuduh bahwa Witt muncul di televisi di Iran dan masuk Islam di sana.

Dakwaan DOJ mencantumkan "Fatemah Zahra" dan "Narges Witt" sebagai nama samaran yang juga digunakan Witt. Adam Goldman, jurnalis dari New York Times melaporkan: "Di dalam pemerintahan, beberapa pejabat memanggilnya 'Wayward Storm'."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Helikopter Tempur Apache...
Helikopter Tempur Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Rekomendasi
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved