Profil Monica Witt, Eks Perwira Angkatan Udara AS yang Membelot ke Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:05 WIB
loading...
A A A

Profil Monica Witt, Perwira AS yang Membelot ke Iran


Monica Elfriede Witt lahir di Texas pada 8 April 1979. Dia adalah mantan kontraktor pertahanan yang juga mantan perwira kontra-intelijen di Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat.

Gara-gara membelot ke Iran pada 2013, dia menjadi buronan terkemuka FBI. Witt diburu karena dakwaan spionase terhadap Amerika Serikat pada tahun 2018.

Dari tahun 2003 hingga 2008, pekerjaannya melibatkan tugas kontra-intelijen yang membawanya ke Timur Tengah. Asisten Jaksa Agung Amerika Serikat, John Demers, mendakwa Witt pada tahun 2018 dan mengeklaim bahwa dia kemungkinan besar memberikan informasi kepada Iran tentang keberadaan "program pengumpulan intelijen yang sangat rahasia" dan identitas seorang perwira intelijen AS, sehingga membahayakan nyawa individu tersebut.

Witt bergabung dengan Angkatan Udara AS pada tahun 1997 sebagai ahli bahasa dan mempelajari bahasa Persia di Institut Bahasa Pertahanan sebelum menjadi Analis Bahasa Kriptologi Udara.

Dia kemudian ditugaskan ke Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara sebagai agen khusus kontra-intelijen hingga keluar dari Angkatan Udara pada tahun 2008. Dia melanjutkan pekerjaannya di bidang intelijen sebagai kontraktor militer hingga tahun 2010.

Pada 2012, Witt—yang sebelumnya penganut Kristen—masuk Islam saat berada di Iran. Witt semakin fokus pada agama dan wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved