Trump Pulang dari China, AS dan Iran di Ambang Perang Besar Lagi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Trump telah berjanji selama beberapa hari untuk memerintahkan militer AS untuk secara sistematis menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika pemerintahnya tidak membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal tanker minyak. Pejabat militer AS mengatakan target yang dipilih memiliki hubungan langsung dengan operasi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Tetapi hukum perang melarang penghancuran infrastruktur sipil secara sengaja sebagai cara untuk memaksa pemerintah.

Sejak gencatan senjata dimulai, pejabat tinggi Pentagon dan pemimpin militer mengatakan Amerika Serikat telah menggunakan jeda pengeboman selama sebulan untuk mempersenjatai kembali kapal perang dan pesawat tempur mereka di wilayah tersebut.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan kepada subkomite pertahanan Senat minggu ini, "Pejabat militer mempertahankan dan terus memegang berbagai pilihan untuk para pemimpin sipil kami." Dia menolak untuk mengungkapkan tindakan militer potensial apa yang akan bisa diperintahkan Trump.

Pada pengarahan Pentagon tanggal 5 Mei, Jenderal Caine mengatakan bahwa lebih dari 50.000 pasukan, dua kapal induk, lebih dari selusin kapal perusak Angkatan Laut, dan puluhan pesawat tempur tetap siap untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran melawan Iran jika diperintahkan. "Tidak ada musuh yang boleh salah mengartikan pengekangan kita saat ini sebagai kurangnya tekad," katanya.

Namun, para pejabat militer secara pribadi mengakui bahwa kemenangan mungkin merupakan tugas yang berat. Militer AS, kata mereka, telah melakukan pekerjaan yang baik dalam menyerang target yang ditugaskan sendiri, termasuk lokasi peluncuran rudal balistik Iran, depot amunisi Korps Garda Revolusi Islam, dan penempatan infrastruktur militer lainnya. Tetapi Iran telah mendapatkan kembali akses ke sebagian besar lokasi rudal, peluncur, dan fasilitas bawah tanahnya, menurut badan intelijen AS.

Iran juga telah memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 lokasi rudal yang dikelolanya di sepanjang Selat Hormuz, yang dapat mengancam kapal perang dan kapal tanker minyak Amerika yang melintasi jalur air sempit tersebut, menurut laporan The New York Times.

Sekitar 5.000 Marinir dan sekitar 2.000 pasukan terjun payung elite dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat berada di wilayah tersebut menunggu instruksi, kata para pejabat militer AS. Pasukan ini dapat digunakan dalam upaya untuk mendapatkan material nuklir Iran di situs atom Isfahan, termasuk mengamankan perimeter untuk mencoba melindungi operator khusus yang ditugaskan untuk masuk, jika operasi tersebut disetujui.

Pasukan tersebut, imbuh para pejabat tersebut, juga dapat digunakan dalam upaya untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, meskipun militer akan membutuhkan lebih banyak pasukan di lapangan untuk mempertahankannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved