Trump Pulang dari China, AS dan Iran di Ambang Perang Besar Lagi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:05 WIB
loading...
Trump Pulang dari China,...
AS dan Iran di ambang perang besar lagi sekembalinya Presiden Donald Trump dari China. Para pembantu utama Trump sudah susun rencana serangan besar ke Iran. Foto/US Navy
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali dari China pada hari Jumat dan menghadapi keputusan besar terkait Iran. Para pembantu utamanya telah menyusun rencana untuk kembali melakukan serangan militer jika Trump memutuskan untuk mencoba memecahkan kebuntuan dengan lebih banyak bom.

Trump belum membuat keputusan tentang langkah selanjutnya, kata para pembantunya, sebagaimana dikutip The New York Times, Sabtu (16/5/2026).

Para pejabat dari negara-negara yang berkepentingan telah mencoba untuk menyusun kompromi yang akan mendorong Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memungkinkan Trump untuk menyatakan kemenangan serta mencoba meyakinkan para pemilih Amerika yang skeptis bahwa serangan militer yang mahal dan mematikan terhadap Iran adalah sebuah keberhasilan.

Baca Juga: Komandan Top AS Klaim Semua Tujuan Perang di Iran Tercapai Berkat Bantuan Ukraina

Namun Trump menegaskan kembali kepada wartawan di atas Air Force One segera setelah dia meninggalkan Beijing pada hari Jumat bahwa tawaran perdamaian terbaru Iran tidak dapat diterima.

“Saya melihatnya, dan jika saya tidak menyukai kalimat pertama, saya langsung membuangnya,” katanya.

Trump mengatakan dia membahas Iran dengan Presiden China Xi Jinping, mitra strategis Teheran yang bergantung pada minyak dan gas yang dikirim melalui Selat Hormuz. Namun, dia mengatakan tidak meminta Xi untuk menekan Iran, dan detail lengkap diskusi mereka belum terungkap.

Trump menghadapi berbagai dilema terkait perang ini. Meskipun telah menjadi beban politik baginya dan dia sering tampak ingin segera mengakhiri perang, presiden belum mencapai apa yang sering dia sebut sebagai tujuan utama perang: mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Pentagon sedang merencanakan kemungkinan bahwa Operasi Epic Fury—yang dihentikan sementara ketika Trump menyatakan gencatan senjata bulan lalu—akan dilanjutkan kembali dalam beberapa hari mendatang, meskipun dengan nama baru.

“Kami memiliki rencana untuk meningkatkan intensitas jika perlu,” kata Menteri Perang Pete Hegseth kepada anggota parlemen selama kesaksian di Kongres minggu ini. Hegseth juga mengatakan ada rencana untuk menghentikan operasi dan kembali ke pangkalan, mengembalikan lebih dari 50.000 pasukan yang ditugaskan di Timur Tengah saat ini ke penempatan yang lebih standar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Prancis Lolos ke 16...
Prancis Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Swedia, Mbappe Borong 2 Gol
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved