Candaan Indonesia 'Palak' Kapal di Selat Malaka Ditentang Malaysia dan Singapura

Jum'at, 24 April 2026 - 10:38 WIB
loading...
A A A
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menentang gagasan tersebut. Dia mengatakan Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Thailand memiliki “pemahaman yang kuat” tentang status selat sepanjang 900 km tersebut.

“Apa pun yang harus dilakukan di Selat Malaka harus melibatkan kerja sama keempat negara. Itulah pemahaman kami—itu tidak dapat dilakukan secara sepihak,” katanya dalam sebuah forum di Kuala Lumpur tentang dampak konflik AS-Iran terhadap Malaysia.

“Ketika kami menyepakati perjanjian bersama tentang patroli dan keamanan Selat Malaka, itulah dasarnya—tidak ada keputusan sepihak," imbuh dia, seperti dikutip dari The Straits Times, Jumat (24/4/2026).

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan Indonesia, Malaysia, dan Singapura memiliki kepentingan strategis yang sama dalam menjaga Selat Malaka dan Singapura tetap terbuka, mencatat bahwa ketiga negara tersebut adalah ekonomi yang bergantung pada perdagangan dan bekerja sama untuk menjaga jalur bebas melalui perairan tersebut.

“Hak lintas transit dijamin untuk semua orang,” kata Balakrishnan. “Kami tidak akan berpartisipasi dalam upaya apa pun untuk menutup, mencegat, atau mengenakan bea di wilayah sekitar kami," ujarnya.

Sebelumnya, dia membela keputusan Singapura untuk tidak menegosiasikan bea tersebut dengan Teheran, dan malah menegaskan kebebasan navigasi yang dijamin berdasarkan United Nations on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS)—sebuah hukum laut internasional.

Perjanjian internasional tersebut memastikan bahwa semua kapal—termasuk kapal perang—dapat berlayar di laut dan selat tanpa gangguan yang tidak semestinya.

Jauh hari sebelumnya, saat berbicara di Parlemen Singapura pada 7 April, Balakrishnan mengatakan bahwa hak lintas transit bukanlah hak istimewa yang diberikan oleh negara-negara tetangga.

“Ini sama sekali bukan izin untuk ditaklukkan. Ini bukan bea yang harus dibayar. Ini adalah hak semua kapal dari berbagai negara untuk melintasinya,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved