Candaan Indonesia 'Palak' Kapal di Selat Malaka Ditentang Malaysia dan Singapura

Jum'at, 24 April 2026 - 10:38 WIB
loading...
A A A
Meneteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan mengenakan bea masuk pada kapal yang melintasi Selat Malaka karena hal itu akan UNCLOS 1982.

Sugiono menekankan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk menjunjung tinggi kebebasan navigasi dan memastikan bahwa lalu lintas maritim melalui salah satu jalur air tersibuk di dunia tetap lancar dan terbuka.

“Kami juga berharap adanya jalur pelayaran bebas, dan saya percaya ini adalah komitmen bersama di antara banyak negara untuk menciptakan jalur pelayaran yang terbuka, netral, dan saling mendukung,” katanya.

“Jadi, tidak… Indonesia tidak dalam posisi untuk melakukan itu,” tambahnya, merujuk pada candaan Purbaya untuk memungut biaya dari kapal yang menggunakan jalur Selat Malaka.

Sekadar diketahui, kekhawatiran yang meluas akibat gangguan di Selat Hormuz telah mencapai Asia Tenggara, sebagian didorong oleh peningkatan kerja sama pertahanan antara Jakarta dan Washington, yang menandatangani Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama pada 13 April.

Meskipun pakta tersebut tidak menyebutkan selat tersebut dan digambarkan sebagai upaya untuk memodernisasi kemampuan pertahanan Indonesia, peningkatan kehadiran Amerika di kawasan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan dengan China, yang sejak lama memandang Selat Malaka sebagai hal yang penting bagi keamanan energinya.

Apa yang disebut "dilema Malaka" ini diangkat pada tahun 2003 oleh presiden China saat itu, Hu Jintao, yang mengatakan: "Beberapa kekuatan besar selama ini telah melanggar dan mencoba mengendalikan navigasi melalui Selat Malaka."

Sekitar 80 persen impor minyak China melewati selat tersebut, dan gangguan apa pun akan menimbulkan hambatan strategis bagi perekonomiannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved