Candaan Indonesia 'Palak' Kapal di Selat Malaka Ditentang Malaysia dan Singapura

Jum'at, 24 April 2026 - 10:38 WIB
loading...
Candaan Indonesia Palak...
Malaysia dan Singapura menentang gagasan Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa soal memungut biaya pada kapal-kapal yang lewat Selat Malaka. Foto/Discovery Alert
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa berandai-andai mengenakan pungutan pada kapal yang melewati Selat Malaka, meniru langkah Iran di Selat Hormuz. Malaysia dan Malaysia tegas menolak gagasan tersebut, mendorong Menteri Luar Negeri Sugiono mengklarifikasi bahwa pernyataan Purbaya hanya bercanda.

Lebih dari 200 kapal—termasuk kapal kontainer, kapal tanker minyak, dan kapal pengangkut barang curah—melintasi Selat Malaka setiap hari, yang berjumlah lebih dari 90.000 kapal per tahun, atau sekitar seperempat dari barang dagangan global. Ini kira-kira dua kali lipat jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Ide Purbaya Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka, Mirip Selat Hormuz

Selat Malaka jauh lebih sempit daripada Selat Hormuz.

Selat Malaka menyempit hingga hanya 2,7 km di titik tersempitnya dekat Singapura, dengan kedalaman rata-rata sekitar 25 meter.

“Kita berada di jalur perdagangan dan energi global yang strategis, tetapi kita tidak mengenakan biaya kepada kapal yang melewati Selat Malaka,” kata Purbaya pada simposium keuangan di Jakarta baru-baru ini. “Sekarang Iran berupaya mengenakan biaya kepada kapal yang melewati Selat Hormuz," katanya lagi.

“Jika kita membaginya menjadi tiga bagian antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura, itu bisa menjadi sesuatu yang luar biasa, bukan?” lanjut Purbaya sambil tertawa.

Purbaya mengatakan gagasan itu sejalan dengan arahan Presiden Indonesia Prabowo Subianto agar Indonesia memainkan peran yang lebih besar dalam perdagangan global, mendorong Indonesia untuk "mulai berpikir lebih ofensif" tentang sumber dayanya.

Namun menteri tersebut bergegas meredam pernyataannya dan mengatakan gagasan seperti itu tidak sederhana.

“Singapura kecil, Malaysia mirip (dengan Indonesia)—mungkin kita bisa membaginya menjadi dua. Seandainya saja sesederhana itu, tetapi kenyataannya tidak,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
Rekomendasi
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved