Trump Ungkap Para Pemimpin Israel dan Lebanon akan Berunding pada Hari Kamis
Kamis, 16 April 2026 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
“Ini benar-benar tabu di Lebanon bagi seorang pemimpin Lebanon dan pemimpin Israel untuk berbicara pada saat kedua negara secara teknis masih dalam keadaan perang, pada saat Israel terus menyerang negara itu,” katanya.
“Sekarang, mungkinkah Trump berbicara tentang kemungkinan gencatan senjata? Kita tahu pemerintahan AS telah mendorong keras jalur Lebanon-Israel untuk memisahkan front Lebanon dari front Iran,” katanya. “Inilah inti dari seluruh pertemuan di Washington, DC – kesempatan berfoto dan upaya memastikan pengaruh Hizbullah melemah di Lebanon dan pengaruh Iran melemah di Lebanon.”
Sementara itu, terlepas dari dorongan diplomatik, Israel terus melancarkan serangan mematikan terhadap warga sipil Lebanon.
Pada hari Rabu, militer Israel melancarkan tiga serangan beruntun di desa Mayfadoun, menewaskan empat paramedis Lebanon dan melukai enam lainnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, pasukan Israel telah membunuh 91 pekerja medis Lebanon sejak 2 Maret dan menyerang beberapa fasilitas medis.
Khodr dari Al Jazeera mengatakan pasukan Israel juga melancarkan serangan tambahan di sekitar salah satu rumah sakit terakhir yang tersisa di Lebanon selatan, di kota Tebnine.
“Ada serangan selama dua hari berturut-turut di sekitar rumah sakit itu. Jelas Israel tidak ingin daerah ini layak huni,” lapornya, merujuk pada serangan Israel yang telah menghancurkan infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan ribuan rumah.
Baca juga: Iran Pertimbangkan Pelonggaran Pembatasan Selat Hormuz
“Sekarang, mungkinkah Trump berbicara tentang kemungkinan gencatan senjata? Kita tahu pemerintahan AS telah mendorong keras jalur Lebanon-Israel untuk memisahkan front Lebanon dari front Iran,” katanya. “Inilah inti dari seluruh pertemuan di Washington, DC – kesempatan berfoto dan upaya memastikan pengaruh Hizbullah melemah di Lebanon dan pengaruh Iran melemah di Lebanon.”
Sementara itu, terlepas dari dorongan diplomatik, Israel terus melancarkan serangan mematikan terhadap warga sipil Lebanon.
Pada hari Rabu, militer Israel melancarkan tiga serangan beruntun di desa Mayfadoun, menewaskan empat paramedis Lebanon dan melukai enam lainnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, pasukan Israel telah membunuh 91 pekerja medis Lebanon sejak 2 Maret dan menyerang beberapa fasilitas medis.
Khodr dari Al Jazeera mengatakan pasukan Israel juga melancarkan serangan tambahan di sekitar salah satu rumah sakit terakhir yang tersisa di Lebanon selatan, di kota Tebnine.
“Ada serangan selama dua hari berturut-turut di sekitar rumah sakit itu. Jelas Israel tidak ingin daerah ini layak huni,” lapornya, merujuk pada serangan Israel yang telah menghancurkan infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan ribuan rumah.
Baca juga: Iran Pertimbangkan Pelonggaran Pembatasan Selat Hormuz
(sya)
Lihat Juga :