Diplomat Ini Mundur usai Ungkap PBB Siapkan Skenario Iran Dibom Nuklir
Selasa, 31 Maret 2026 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, AS merupakan salah satu negara pemilik senjata nuklir terbanyak di dunia. Sedangkan Israel mengadopsi kebijakan ambigu, yakni tidak mengonfirmasi maupun menyangkal bahwa ia memiliki bom nuklir.
"Ini adalah gambar Teheran. Untuk kalian yang tidak berpendidikan, tidak pernah bepergian, tidak pernah bertugas, para pendukung perang yang menjilat bibir membayangkan mengebomnya. Ini bukan gurun dengan populasi rendah. Ada keluarga, anak-anak, hewan peliharaan keluarga. Orang-orang kelas pekerja biasa dengan mimpi. Kalian sakit jiwa karena menginginkan perang," lanjut unggahan Safa.
Safa menambahkan bahwa Teheran adalah kota dengan hampir 10 juta penduduk. Dia meminta pembaca unggahannya untuk membayangkan jika Washington, Berlin, Paris, London, atau tempat lain dijatuhi bom nuklir.
"Saya meninggalkan karier diplomatik saya untuk membocorkan informasi ini. Saya menangguhkan tugas saya agar tidak menjadi bagian dari atau saksi kejahatan terhadap kemanusiaan ini, dalam upaya untuk mencegah musim dingin nuklir sebelum terlambat," imbuh dia, seperti dikutip dari NDTV, Selasa (31/3/2026).
Safa juga merujuk pada peristiwa di Amerika Serikat sehari sebelumnya, ketika hampir 10 juta orang berdemonstrasi dengan slogan "No Kings". Dia mengatakan kemungkinan penggunaan senjata nuklir harus ditanggapi dengan sangat serius karena itu berbahaya.
"Bertindaklah sekarang. Sebarkan pesan ini ke seluruh dunia. Turunlah ke jalan. Berunjuk rasalah demi kemanusiaan dan masa depan kita. Hanya rakyat yang dapat menghentikannya. Sejarah akan mengingat kita," paparnya.
"Ini adalah gambar Teheran. Untuk kalian yang tidak berpendidikan, tidak pernah bepergian, tidak pernah bertugas, para pendukung perang yang menjilat bibir membayangkan mengebomnya. Ini bukan gurun dengan populasi rendah. Ada keluarga, anak-anak, hewan peliharaan keluarga. Orang-orang kelas pekerja biasa dengan mimpi. Kalian sakit jiwa karena menginginkan perang," lanjut unggahan Safa.
Safa menambahkan bahwa Teheran adalah kota dengan hampir 10 juta penduduk. Dia meminta pembaca unggahannya untuk membayangkan jika Washington, Berlin, Paris, London, atau tempat lain dijatuhi bom nuklir.
"Saya meninggalkan karier diplomatik saya untuk membocorkan informasi ini. Saya menangguhkan tugas saya agar tidak menjadi bagian dari atau saksi kejahatan terhadap kemanusiaan ini, dalam upaya untuk mencegah musim dingin nuklir sebelum terlambat," imbuh dia, seperti dikutip dari NDTV, Selasa (31/3/2026).
Safa juga merujuk pada peristiwa di Amerika Serikat sehari sebelumnya, ketika hampir 10 juta orang berdemonstrasi dengan slogan "No Kings". Dia mengatakan kemungkinan penggunaan senjata nuklir harus ditanggapi dengan sangat serius karena itu berbahaya.
"Bertindaklah sekarang. Sebarkan pesan ini ke seluruh dunia. Turunlah ke jalan. Berunjuk rasalah demi kemanusiaan dan masa depan kita. Hanya rakyat yang dapat menghentikannya. Sejarah akan mengingat kita," paparnya.
Lihat Juga :