Diplomat Ini Mundur usai Ungkap PBB Siapkan Skenario Iran Dibom Nuklir

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Safa mengatakan bahwa dia ingin mengundurkan diri pada tahun 2023 dan telah bersabar selama tiga tahun. Dia merujuk pada beberapa konflik di seluruh dunia dan menyatakan bahwa beberapa pejabat di PBB tidak ingin menuduh Israel dan Amerika Serikat melanggar hukum internasional.

Safa menuduh bahwa dia menghadapi kritik setelah dia mengungkapkan kekhawatirannya dan menawarkan perspektif yang berbeda setelah serangan Hamas terhadap Israel terjadi pada Oktober 2023. Serangan itu memicu perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.

"Setelah tanggal itu, dan setelah lobi yang sama memaksakan tatanan dunia baru, yang semuanya dimulai di Gaza, dan ketika saya mengungkapkan kekhawatiran saya dan menawarkan perspektif yang berbeda, saya mendapati diri saya menghadapi berbagai kritik dan tuduhan," katanya.

Safa mengeklaim bahwa dia telah ditinggalkan oleh PBB dan telah menerima ancaman kematian yang ditujukan kepadanya dan keluarganya. Dia juga mengatakan bahwa dia telah disensor di PBB, bukan oleh organisasi itu sendiri tetapi oleh beberapa pejabat senior yang, menurutnya, menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk melayani lobi tersebut.

PBB belum memberikan komentar mengenai situasi yang diungkap Safa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved